Pangkalan Militer AS Dilaporkan Terinfeksi Malware China
Senin, 31 Juli 2023 - 10:13 WIB
loading...
A
A
A
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara AS, yang mendukung pemerintah di Taipei, berjanji akan mempertahankan pulau yang diperintah sendiri itu jika Beijing mencoba menggunakan kekuatan untuk mengendalikannya.
Sebuah sumber di Kongres AS menggambarkan malware tersebut pada dasarnya sebagai "bom waktu yang berdetak" yang dapat memberi China kemampuan untuk mengganggu atau memperlambat pengerahan militer AS atau memasok operasi, dengan menonaktifkan utilitas utama di pangkalan-pangkalan Amerika.
Para pejabat juga menyatakan keprihatinan bahwa dampak dari kode tersebut bisa lebih luas lagi, karena infrastruktur yang sama sering digunakan untuk memasok rumah dan bisnis warga sipil.
Petunjuk pertama dari masalah tersebut muncul pada bulan Mei ketika Microsoft mendeteksi kode komputer aneh dalam sistem telekomunikasi di pulau Pasifik Guam, tempat pangkalan udara dan angkatan laut utama Amerika berada, dan di tempat lain di wilayah AS.
"Tetapi penyebaran malware di jaringan ternyata jauh lebih besar sejak saat itu, dengan militer AS dan badan keamanan saat ini sedang bekerja untuk menentukan cakupan penuhnya," lapor NYT.
Baca Juga: Bantu Taiwan Hadapi China, AS Kucurkan Bantuan Militer Rp5,2 T
Sebuah sumber di Kongres AS menggambarkan malware tersebut pada dasarnya sebagai "bom waktu yang berdetak" yang dapat memberi China kemampuan untuk mengganggu atau memperlambat pengerahan militer AS atau memasok operasi, dengan menonaktifkan utilitas utama di pangkalan-pangkalan Amerika.
Para pejabat juga menyatakan keprihatinan bahwa dampak dari kode tersebut bisa lebih luas lagi, karena infrastruktur yang sama sering digunakan untuk memasok rumah dan bisnis warga sipil.
Petunjuk pertama dari masalah tersebut muncul pada bulan Mei ketika Microsoft mendeteksi kode komputer aneh dalam sistem telekomunikasi di pulau Pasifik Guam, tempat pangkalan udara dan angkatan laut utama Amerika berada, dan di tempat lain di wilayah AS.
"Tetapi penyebaran malware di jaringan ternyata jauh lebih besar sejak saat itu, dengan militer AS dan badan keamanan saat ini sedang bekerja untuk menentukan cakupan penuhnya," lapor NYT.
Baca Juga: Bantu Taiwan Hadapi China, AS Kucurkan Bantuan Militer Rp5,2 T
Lihat Juga :