Kibarkan Bendera Rusia, Demonstran Serang Kedubes Prancis di Niger
Senin, 31 Juli 2023 - 06:43 WIB
loading...
Demonstran di Niger mengibarkan bendera Rusia dan menyerang Kedubes Prancis. Foto/Sky News
A
A
A
NIAMEY - Ribuan orang yang mendukung kudeta di Niger turun ke jalan-jalan di Ibu Kota Niamey untuk mengecam Prancis , bekas kekuatan kolonial negara itu, mengibarkan bendera Rusia , dan membakar pintu Kedutaan Besar Prancis pada hari Minggu sebelum tentara membubarkan aksi tersebut.
Dilansir dari ABC, Senin (31/7/2023), demonstran di Niger secara terbuka membenci Prancis, dan Rusia dipandang oleh beberapa orang sebagai alternatif yang kuat. Sifat keterlibatan Rusia dalam aksi unjuk rasa, jika ada, tidak jelas tetapi beberapa pengunjuk rasa telah membawa bendera Rusia, bersama dengan tanda bertuliskan "Ganyang Prancis" dan mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kelompok tentara bayaran Rusia Wagner beroperasi di negara tetangga Mali, dan di bawah Putin Rusia telah memperluas pengaruhnya di Afrika Barat. Para pemimpin junta baru belum mengatakan apakah mereka berniat untuk bersekutu dengan Moskow atau tetap dengan mitra Barat Niger.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Minggu mengatakan bahwa serangan terhadap Prancis dan kepentingannya tidak akan ditoleransi dan siapa pun yang menyerang warga Prancis akan melihat tanggapan segera.
Baca Juga: Para Pemimpin Afrika Barat Bertemu Bahas Kudeta Niger, Junta Peringatkan Soal Intervensi
Dilansir dari ABC, Senin (31/7/2023), demonstran di Niger secara terbuka membenci Prancis, dan Rusia dipandang oleh beberapa orang sebagai alternatif yang kuat. Sifat keterlibatan Rusia dalam aksi unjuk rasa, jika ada, tidak jelas tetapi beberapa pengunjuk rasa telah membawa bendera Rusia, bersama dengan tanda bertuliskan "Ganyang Prancis" dan mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin.
Kelompok tentara bayaran Rusia Wagner beroperasi di negara tetangga Mali, dan di bawah Putin Rusia telah memperluas pengaruhnya di Afrika Barat. Para pemimpin junta baru belum mengatakan apakah mereka berniat untuk bersekutu dengan Moskow atau tetap dengan mitra Barat Niger.
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Minggu mengatakan bahwa serangan terhadap Prancis dan kepentingannya tidak akan ditoleransi dan siapa pun yang menyerang warga Prancis akan melihat tanggapan segera.
Baca Juga: Para Pemimpin Afrika Barat Bertemu Bahas Kudeta Niger, Junta Peringatkan Soal Intervensi
Lihat Juga :