Nasihati Wanita Hamil untuk Memijat Suami, Kota di Jepang Minta Maaf

Jum'at, 28 Juli 2023 - 17:15 WIB
loading...
A A A
“Sudah cukup buruk bahwa otoritas lokal mentransmisikan gagasan bahwa mengasuh anak adalah pekerjaan ibu dan bahwa bantuan ayah pihak ketiga akan membantu ibu,” tulis seseorang di Twitter, baru-baru ini berganti nama menjadi X.

“Saya ingin otoritas lokal meningkatkan kesadaran bahwa ayah juga merupakan aktor utama dalam pengasuhan anak,” sambungnya seperti dikutip dari CNN, Jumat (28/7/2023).

“Stres adalah musuh selama kehamilan, jadi mengapa mereka hanya menyerang wanita?” tulis netizen lain, menunjukkan bahwa persalinan sangat merugikan tubuh wanita.

“Surat dari seorang ibu yang berpengalaman kepada ayah baru mungkin seratus juta kali lebih bermanfaat,” ia menambahkan.

Wali Kota kota, Yukihiro Hiratani, menerbitkan permintaan maaf di situs web pemerintah setempat pada hari Selasa, mengatakan selebaran tersebut tidak sejalan dengan perasaan wanita hamil, ibu melahirkan anak, dan lainnya yang terlibat dalam pengasuhan anak, dan menimbulkan perasaan tidak menyenangkan bagi banyak orang.

Dia menambahkan bahwa pemerintah telah berhenti membagikan selebaran karena berisi ekspresi yang mempromosikan sikap dan praktik stereotipe peran gender.

Beberapa netizen telah menunjukkan bahwa sama misoginisnya dengan selebaran tersebut, mereka mewakili realitas norma gender Jepang yang sudah ketinggalan zaman dan beban yang tidak setara yang dibebankan pada wanita – salah satu alasan yang telah dikutip untuk angka kelahiran yang terus menurun di negara tersebut.

Selebaran, dan survei publik yang menjadi dasarnya, “berarti inilah yang benar-benar dipikirkan pria,” tulis seseorang di X. “Kebanyakan pria berpikir bahwa mengasuh anak adalah urusan orang lain, istri seharusnya melakukan pekerjaan rumah, jangan jangan abaikan menjaga suami mereka, jangan membuat marah suami mereka … Sebaiknya kamu tidak menikah.

Baca Juga: Jepang Perluas Dukungan bagi Kaum Muda untuk Atasi Krisis Kelahiran
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Raja Charles III Dikabarkan...
Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Amanda Manopo Ungkap...
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Jadi Ibu Baru, Baby Zac Alergi Susu hingga Ikan
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved