1.000 Dokter ingin Meninggalkan Israel karena Perombakan Peradilan

Rabu, 26 Juli 2023 - 16:13 WIB
loading...
1.000 Dokter ingin Meninggalkan...
Ratusan warga Israel berunjuk rasa menentang perubahan peradilan yang diusung koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, di Yerusalem pada 22 Juli 2023. Foto/Mostafa Alkharouf/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Lebih dari 1.000 dokter Israel berencana meninggalkan negara Yahudi itu dan bekerja di luar negeri setelah disahkannya undang-undang reformasi peradilan.

Perkembangan ini dilaporkan Asosiasi Medis Israel pada Selasa (25/7/2023).

"Sebagian besar dokter tahu bahwa mereka tidak akan dapat memenuhi sumpah mereka kepada pasien di bawah rezim yang tidak menerima peran nalar," ungkap Hagai Levine, ketua Asosiasi Kesehatan Masyarakat Israel, dilansir AP.

Dia menambahkan, "Perombakan ini akan merusak kesehatan masyarakat dan sistem perawatan kesehatan di Israel."

Dia mencatat sudah lebih dari 1.000 anggota telah meminta dipindahkan ke luar negeri sejak undang-undang tersebut disahkan.

Pada Senin, 'hukum kewajaran' mengesahkan pembacaan kedua dan ketiga oleh mayoritas 64 dari 120 anggota Knesset, meskipun ada tentangan lokal yang meluas dan protes selama 29 pekan.

Baca juga: Musuh-musuh Israel Dilaporkan Memanfaatkan Krisis Rezim Zionis

Rancangan Undang-undang (RUU) tersebut membatasi kekuasaan Mahkamah Agung untuk membatalkan keputusan pemerintah dan pengangkatan menteri yang dianggap 'tidak masuk akal'.

Beberapa pihak menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang telah lama menjabat mendorong Israel ke arah otokrasi.

Sementara itu, serikat pekerja terbesar Israel, Histadrut, yang mewakili sekitar 800.000 pekerja, mengatakan pada Selasa bahwa mereka akan rapat dalam beberapa hari mendatang untuk merencanakan pemogokan umum nasional sebagai tanggapan atas pengesahan RUU tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Istana Sebut Konser...
Istana Sebut Konser EXO di Indonesia Jadi Bukti Kepercayaan Dunia Masih Kuat
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Berita Terkini
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved