Influencer Amerika Jadi Penari Telanjang di Ukraina sebagai Dukungan selama Perang

Selasa, 25 Juli 2023 - 01:50 WIB
loading...
Influencer Amerika Jadi...
Influencer Amerika Serikat (AS)-Taiwan Fan-Pei Koung mengaku menjadi penari telanjang di Ukraina sebagai dukungan emosional untuk warga Ukraina, tentara dan sukarelawan yang berjuang melawan invasi Rusia. Foto/@modeltechie/Instagram
A A A
KYIV - Influencer Amerika Serikat (AS)-Taiwan Fan-Pei Koung telah melakukan perjalanan dari kampung halamannya di Houston ke garis depan perang Ukraina. Dia kemudian menawarkan jasanya sebagai "penari telanjang pendukung emosional" di negara yang dinvasi Rusia tersebut.

Mantan kontestan kontes kecantikan, yang berubah menjadi "pacar keliling dunia" tersebut, menawarkan foto-foto cabul dirinya dalam variasi perlengkapan militer yang minim berpose dengan persenjataan di platform bayar-per-tayang erotis OnlyFans.

Dia mengeklaim konten tersebut gratis untuk orang Ukraina, tentara, dan sukarelawan.

Itu bukan satu-satunya hal yang gratis, menurut profilnya di situs dewasa DIY, yang mencantumkan; "Menyusui emosional gratis untuk tentara dan sukarelawan" sebagai salah satu keahliannya.

Baca Juga: Beri Pelajaran pada Barat, Rusia Disarankan Mengebom Nuklir Kutub Utara

Mengeklaim dia awalnya datang ke Ukraina tahun lalu untuk melakukan pekerjaan sukarela biasa, membantu di tempat penampungan wanita dan panti asuhan di Lviv, Koung mengatakan kepada The Daily Beast,yang dilansir Senin (24/7/2023),bahwa dia segera lelah membantu mereka yang membutuhkan karena dia telah melakukannya sebelum kembali ke rumah.

“Rasanya tidak ada yang unik dengan apa yang saya alami di Amerika,” keluhnya. “Saya ingin lebih. Saya ingin bergabung dengan militer.”

Dia memilih untuk memperluas wawasan sukarela sebagai "orang pendukung emosional untuk tentara berbahasa Inggris" dan segera melibatkan dirinya secara romantis dengan banyak pria Ukraina, mengatasi kendala bahasa dengan bantuan Google Translate.

Dia mengaku berkencan dengan empat orang ketika dia diwawancarai oleh The Daily Beast di Kharkiv—operator drone, pekerja pembangkit listrik, dan dua pekerja teknologi informasi—meskipun dia tidak mengungkapkan apakah ada di antara mereka yang mengetahui tentang tiga lainnya.

Dia juga mengaku berkencan dengan tentara asing yang secara sukarela mengabdikan diri untuk perjuangan Ukraina.

"Orang tidak membicarakan kebutuhan seksual orang-orang di [suatu] negara yang sedang berperang," katanya.

Koung menyesali bahwa tidak semua orang Barat mendukung wisata seksnya, mengungkapkan bahwa ketika dia bergabung dengan obrolan grup untuk pekerja kemanusiaan, "orang-orang ini mencabik-cabik saya selama tiga hari berturut-turut," menuduhnya ingin "membuat pornografi dari kuburan massal".

Dia menyalahkan seksisme. Menurut klaim OnlyFans-nya, influencer berpakaian minim itu diduga terus melakukan "pekerjaan kemanusiaan", yang didefinisikan sebagai "sumbangan tunai kepada warga Ukraina yang membutuhkan dan sukarelawan yang dapat saya lihat dengan mata kepala sendiri yang melakukan pekerjaan dengan baik, media sosial, bantuan dapur, aliran air ke desa-desa garis depan, latihan bahasa Inggris untuk anak-anak, dan lain-lain."

Bisnis online-nya secara teknis ilegal menurut undang-undang Ukraina, yang melarang penjualan atau distribusi gambar-gambar porno atau barang-barang lainnya dengan hukuman termasuk denda atau hukuman penjara hingga tiga tahun.

Namun, membuat konten untuk OnlyFans khususnya telah menjadi pekerjaan populer di kalangan warga Ukraina yang kehidupannya telah berubah akibat konflik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump Sebut Aset Iran...
Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran
Rekomendasi
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Berita Terkini
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved