Beri Pelajaran pada Barat, Rusia Disarankan Mengebom Nuklir Kutub Utara

Selasa, 25 Juli 2023 - 00:15 WIB
loading...
A A A
"Jaring-jaring adalah bahwa semakin mudah berbicara tentang penggunaan senjata nuklir, semakin rendah ambang batas untuk penggunaan akhirnya. Ini harus menakut-nakuti semua orang, di kedua sisi persamaan, untuk setiap potensi penggunaan persenjataan nuklir, apakah yang disebut nuklir 'taktis' atau bahkan uji coba di dekat Kutub Utara, seperti yang disarankan Sivkov di sini," paparnya.

"Perang Ukraina, hingga saat ini, telah menjadi tragedi yang mengerikan. Jika pernah meningkat menjadi penggunaan nuklir, itu bisa menjadi bencana besar bagi umat manusia. Itu seberapa tinggi taruhannya benar-benar ada."

Baru-baru ini, Mikhail Khodorkovsky, seorang pengusaha Rusia dan aktivis oposisi yang diasingkan, mengatakan bahwa Putin tidak akan menyebarkan senjata nuklir di Ukraina, karena hal itu akan menghambat kemampuannya untuk melanjutkan pertempuran di sana.

"Putin mendekati batas yang tidak menguntungkan untuk dilampaui," kata Khodorkovsky dalam video yang dibagikan di Twitter bulan lalu.

"Apa artinya menggunakan senjata nuklir di sana, di Ukraina? Dia segera kehilangan kemungkinan impor paralel. Tanpa impor paralel, kemampuannya membuat amunisi berakhir dalam beberapa bulan."

"Impor paralel" mengacu pada eksploitasi celah impor Rusia untuk terus menerima bahan-bahan Barat meskipun ada sanksi berat dari negara-negara Barat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Anwar BAB Serahkan Seluruh...
Anwar BAB Serahkan Seluruh Uang Saku ke Polisi Usai Diperiksa dalam Kasus Hanania Group
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
290 Senjata Nuklir Prancis...
290 Senjata Nuklir Prancis Ingin Lindungi Eropa dari Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved