12 Misi Navy SEAL Paling Menegangkan, Salah Satunya Pembunuhan Gembong Teroris Dunia
Senin, 24 Juli 2023 - 06:23 WIB
loading...
A
A
A
Tiga penembak jitu SEAL di ekor kipas Bainbridge membidik dan menekan pelatuk mereka secara bersamaan, membunuh ketiga perompak di sekoci yang terombang-ambing sekitar 90 kaki jauhnya. Rincian penyelamatan sandera kemudian dipublikasikan, dan kejadian tersebut nantinya akan digambarkan di layar lebar dalam film hit "Captain Phillips," yang dibintangi oleh Tom Hanks.
![12 Misi Navy SEAL Paling Menegangkan, Salah Satunya Pembunuhan Gembong Teroris Dunia]()
Foto/Reuters
Perburuan 10 tahun untuk dalang serangan teroris 9/11 berakhir pada 2 Mei 2011, ketika helikopter dari SOAR (Airborne) Angkatan Darat mengirimkan sekitar dua lusin SEAL, bersama dengan penerjemah Pashto dan anjing tempur Malinois Belgia, di kompleks Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan. Setelah secara metodis membersihkan lantai pertama dan kedua kompleks tersebut, SEAL maju ke lantai tiga, di mana mereka menemukan pemimpin Al Qaeda dan membunuhnya.
Selain bin Laden, beberapa orang dewasa lainnya tewas dalam penggerebekan itu, tetapi beberapa lusin anak di kompleks itu tidak terluka. Seluruh operasi memakan waktu kurang dari 40 menit. Seperti penembak jitu yang menghabisi para penculik Phillips, SEAL yang membunuh bin Laden dilaporkan adalah operator dari Naval Special Warfare Development Group (DEVGRU), yang lebih dikenal sebagai Tim Enam. Ketika keterlibatan mereka kemudian diketahui publik, SEAL dan khususnya Tim Enam menjadi daya tarik global, sebagai pejuang elit yang melakukan serangan operasi khusus profil tertinggi dalam sejarah.
![12 Misi Navy SEAL Paling Menegangkan, Salah Satunya Pembunuhan Gembong Teroris Dunia]()
Foto/Reuters
Pekerja bantuan Amerika Jessica Buchanan dan rekannya dari Denmark, Poul Thisted, bekerja untuk sebuah organisasi nonpemerintah bernama Dewan Bantuan Denmark ketika mereka diculik pada akhir 2011 dan ditahan selama tiga bulan oleh orang-orang bersenjata di dekat kota Adado di Somalia utara-tengah.
Pada malam 25 Januari 2012, sebuah pesawat Operasi Khusus Angkatan Udara membawa sekitar dua lusin operator—kebanyakan dari DEVGRU—ke lokasi sekitar dua mil dari tempat para sandera ditahan. Setelah terjun payung dan berjalan menembus kegelapan ke kamp, SEAL berhasil mengejutkan para penculik, membunuh sembilan dari mereka dalam beberapa menit.
Buchanan dan Thisted dievakuasi dengan helikopter ke pangkalan Amerika di Djibouti, tempat mereka menerima perawatan medis. Buchanan kemudian menceritakan pengalaman itu dalam bukunya "Impossible Odds", menggambarkan momen di helikopter ketika salah satu penyelamatnya menyerahkan bendera Amerika yang terlipat. "Saya baru saja mulai menangis," tulisnya. “Pada saat itu saya tidak pernah dalam hidup saya begitu bangga dan sangat bahagia menjadi orang Amerika.”
11. Pembunuhan Osama bin Laden (2011)

Foto/Reuters
Perburuan 10 tahun untuk dalang serangan teroris 9/11 berakhir pada 2 Mei 2011, ketika helikopter dari SOAR (Airborne) Angkatan Darat mengirimkan sekitar dua lusin SEAL, bersama dengan penerjemah Pashto dan anjing tempur Malinois Belgia, di kompleks Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan. Setelah secara metodis membersihkan lantai pertama dan kedua kompleks tersebut, SEAL maju ke lantai tiga, di mana mereka menemukan pemimpin Al Qaeda dan membunuhnya.
Selain bin Laden, beberapa orang dewasa lainnya tewas dalam penggerebekan itu, tetapi beberapa lusin anak di kompleks itu tidak terluka. Seluruh operasi memakan waktu kurang dari 40 menit. Seperti penembak jitu yang menghabisi para penculik Phillips, SEAL yang membunuh bin Laden dilaporkan adalah operator dari Naval Special Warfare Development Group (DEVGRU), yang lebih dikenal sebagai Tim Enam. Ketika keterlibatan mereka kemudian diketahui publik, SEAL dan khususnya Tim Enam menjadi daya tarik global, sebagai pejuang elit yang melakukan serangan operasi khusus profil tertinggi dalam sejarah.
12. Penyelamatan pekerja bantuan di Somalia (2012)

Foto/Reuters
Pekerja bantuan Amerika Jessica Buchanan dan rekannya dari Denmark, Poul Thisted, bekerja untuk sebuah organisasi nonpemerintah bernama Dewan Bantuan Denmark ketika mereka diculik pada akhir 2011 dan ditahan selama tiga bulan oleh orang-orang bersenjata di dekat kota Adado di Somalia utara-tengah.
Pada malam 25 Januari 2012, sebuah pesawat Operasi Khusus Angkatan Udara membawa sekitar dua lusin operator—kebanyakan dari DEVGRU—ke lokasi sekitar dua mil dari tempat para sandera ditahan. Setelah terjun payung dan berjalan menembus kegelapan ke kamp, SEAL berhasil mengejutkan para penculik, membunuh sembilan dari mereka dalam beberapa menit.
Buchanan dan Thisted dievakuasi dengan helikopter ke pangkalan Amerika di Djibouti, tempat mereka menerima perawatan medis. Buchanan kemudian menceritakan pengalaman itu dalam bukunya "Impossible Odds", menggambarkan momen di helikopter ketika salah satu penyelamatnya menyerahkan bendera Amerika yang terlipat. "Saya baru saja mulai menangis," tulisnya. “Pada saat itu saya tidak pernah dalam hidup saya begitu bangga dan sangat bahagia menjadi orang Amerika.”
(ahm)
Lihat Juga :