Mengerikan dan Mematikan! Sepertiga Wilayah Ukraina Ditanami Ranjau dan Bom Cluster
Sabtu, 22 Juli 2023 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 10 Pemimpin dengan Masa Kekuasaan Tersingkat, Banyak Bertahan Hanya dalam Hitungan Jam
Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memutuskan untuk memberikan amunisi kontroversial kepada Kiev meskipun Gedung Putih sendiri telah menyebut penggunaan mereka sebagai kriminal ketika Rusia diduga menggunakannya.
Washington menghadapi kritik dari sekutunya sendiri atas tindakan tersebut, karena Inggris, Kanada, dan Jerman, serta beberapa anggota NATO dan negara non-NATO lainnya, menyuarakan ketidaksetujuan mereka dengan keputusan ini.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan awal bulan ini bahwa penggunaan bom curah harus dianggap sebagai kejahatan perang. Dia menambahkan bahwa jika pasukan Ukraina menggunakan senjata semacam itu di medan perang, Rusia berhak untuk merespons dengan tepat.
Pada hari Selasa, duta besar Rusia untuk Washington, Anatoly Antonov, mengatakan bahwa AS mengubah Ukraina menjadi "kuburan" untuk limbah yang mematikan, sehingga hampir tidak mungkin untuk tinggal di sana.
Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memutuskan untuk memberikan amunisi kontroversial kepada Kiev meskipun Gedung Putih sendiri telah menyebut penggunaan mereka sebagai kriminal ketika Rusia diduga menggunakannya.
Washington menghadapi kritik dari sekutunya sendiri atas tindakan tersebut, karena Inggris, Kanada, dan Jerman, serta beberapa anggota NATO dan negara non-NATO lainnya, menyuarakan ketidaksetujuan mereka dengan keputusan ini.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan awal bulan ini bahwa penggunaan bom curah harus dianggap sebagai kejahatan perang. Dia menambahkan bahwa jika pasukan Ukraina menggunakan senjata semacam itu di medan perang, Rusia berhak untuk merespons dengan tepat.
Pada hari Selasa, duta besar Rusia untuk Washington, Anatoly Antonov, mengatakan bahwa AS mengubah Ukraina menjadi "kuburan" untuk limbah yang mematikan, sehingga hampir tidak mungkin untuk tinggal di sana.
(ahm)
Lihat Juga :