Serang Rusia, Ukraina Mulai Gunakan Bom Tandan Pasokan AS

Jum'at, 21 Juli 2023 - 00:18 WIB
loading...
Serang Rusia, Ukraina...
Ukraina mulai menggunakan bom tandan pasokan Amerika Serikat dalam serangan balasannya terhadapa pasukan Rusia. Foto/US Army/2nd Lt. Gabriel Jenko/Handout via REUTERS
A A A
KYIV - Pasukan Ukraina mulai menembakkan bom tandan atau bom cluster yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari serangan balasan mereka terhadap pasukan Rusia.

Itu diungkap dua pejabat AS dan sumber lain yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut, Kamis (20/7/2023).

Salah satu pejabat Amerika mengatakan AS masih menunggu pembaruan dari pasukan Ukraina tentang seberapa efektif senjata tersebut di medan perang.

AS mengumumkan pada 8 Juli bahwa mereka akan mengirimkan bom terlarang itu ke pasukan Ukraina sekitar seminggu kemudian.

Seorang komandan pasukan Ukraina, Brigadir Jenderal Oleksandr Tarnavsky, mengatakan kepada CNN dalam sebuah wawancara di Ukraina tengah minggu lalu bahwa bom tandan dapat mengubah situasi medan perang secara radikal.

Baca Juga: Putin: AS Memasok Bom Cluster ke Ukraina Itu Kejahatan, Rusia Berhak Membalas

“Musuh juga memahami bahwa dengan mendapatkan munisi ini, kami akan mendapat keuntungan,” kata Tarnavsky.

Munisi tandan menyebarkan bom-bom di area yang luas, yang akan memungkinkan pasukan Ukraina untuk menargetkan konsentrasi pasukan dan peralatan Rusia yang lebih besar dengan putaran munisi yang lebih sedikit.

Tapi bom kontroversial ini juga bisa gagal meledak saat terkena benturan, dan bisa menimbulkan risiko jangka panjang bagi siapa saja yang menghadapinya, mirip dengan ranjau darat.

Inggris, Prancis, Jerman, dan sekutu utama AS lainnya telah melarang penggunaan bom tandan berdasarkan Konvensi Munisi Tandan, tetapi AS dan Ukraina bukan penandatangan konvensi tersebut.

Menurut CNN, AS mengirim model munisi tandan M864 dan M483A1, yang menurut pemerintah telah diuji dalam beberapa tahun terakhir untuk memastikan mereka memiliki tingkat tak berguna yang lebih rendah dari 2,35%. Tingkat tak berguna mengacu pada persentase bom yang gagal meledak dan menimbulkan risiko bagi warga sipil.

AS memutuskan untuk mengirim munisi tandan terutama untuk membantu mengurangi potensi kekurangan amunisi di garis depan. Menurut para pejabat dan analis militer, tidak jelas apakah sejumlah besar amunisi artileri yang digunakan pasukan Ukraina sehari-hari akan berkelanjutan dalam jangka panjang tanpa munisi tandan.

CNN melaporkan awal pekan ini bahwa AS dan Eropa sedang berjuang untuk menyediakan amunisi dalam jumlah besar kepada Ukraina yang diperlukan untuk serangan balasan yang berkepanjangan terhadap Rusia, dan negara-negara barat berlomba untuk meningkatkan produksi untuk menghindari kekurangan di medan perang yang dapat menghambat kemajuan Ukraina.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan kepada CNN's Wolf Blitzer pekan lalu bahwa Ukraina berjanji secara tertulis untuk hanya menggunakan munisi tandan di "tempat yang tepat" dan bukan di daerah berpenduduk.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan awal pekan ini bahwa Rusia memiliki cukup persediaan munisi tandan dan akan mempertimbangkan untuk menggunakannya melawan Ukraina. “Jika mereka [bom tandan AS] digunakan untuk melawan kita," katanya.

Tetapi, menurut laporan CNN, Rusia telah menggunakan munisi tandan beberapa kali di Ukraina, termasuk di daerah padat penduduk.

Pada bulan Maret, PBB mengatakan telah menyusun laporan yang kredibel bahwa pasukan Rusia telah menggunakan munisi tandan di daerah berpenduduk setidaknya 24 kali.

Investigasi CNN tahun lalu menemukan bahwa Kremlin menembakkan 11 roket cluster ke Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, selama hari-hari pembukaan perang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved