Putin Janji Balas Ukraina atas Serangan Jembatan Crimea, Menyebutnya Serangan Teroris
Selasa, 18 Juli 2023 - 06:52 WIB
loading...
Untuk kedua kalinya, Jembatan Crimea jadi target serangan. Presiden Rusia Vladimir Putin tuduh Ukraina sebagai pelaku serangan drone dan berjanji akan membalas. Foto/Pravda.com.ua
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin berjanji akan melakukan pembalasan terhadap Ukraina setelah serangan baru yang menargetkan Jembatan Crimea.
Menurut Moskow, jembatan terpanjang di Eropa itu ditargetkan oleh dua drone Angkatan Laut Ukraina.
Putin, selama pertemuan luar biasa dengan para pejabat senior Rusia, mengatakan langkah-langkah yang tepat saat ini sedang ditimbang oleh Kementerian Pertahanan.
“Insiden ini adalah serangan teroris lainnya oleh rezim Kyiv," kata Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (18/7/2023).
Baca Juga: Lalu Lintas di Jembatan Crimea Dihentikan, Dilaporkan Terjadi Ledakan
"Kejahatan ini tidak ada gunanya dari sudut pandang militer, karena Jembatan Crimea sudah lama tidak digunakan untuk transportasi militer, dan brutal, karena hanya warga sipil tak berdosa yang terbunuh dan terluka,” lanjut presiden.
Putin mengatakan Moskow akan membalas dengan keras atas serangan itu. "Kementerian Pertahanan Rusia sudah menyiapkan proposal yang diperlukan untuk tindakan tersebut," imbuh Putin.
Pemimpin Kremlin itu juga mendesak para pejabat untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan di sekitar jembatan, mencatat bahwa ini menandai pukulan kedua terhadapnya.
Baik ruas jalan maupun rel kereta api rusak berat Oktober lalu, ketika sebuah truk berisi bahan peledak diledakkan di atasnya.
“Saya sedang menunggu proposal khusus untuk meningkatkan keamanan fasilitas transportasi penting yang strategis ini,” kata Putin.
Baca Juga: Jembatan Crimea Rusak akibat Serangan Drone, Rusia Tuding Ukraina
Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin, yang bertugas mengorganisir perbaikan struktur tersebut, mengatakan jaringan transportasi vital mengalami kerusakan yang cukup besar dalam serangan baru, di mana salah satu ruas jalannya hancur total.
Namun, dia mengatakan kepada presiden bahwa pilar jembatan tidak rusak akibat ledakan tersebut.
"Itu kabar baik. Jika kita dapat berbicara tentang kabar baik di sini sama sekali. Tapi fakta bahwa pilar-pilar itu tidak rusak adalah yang paling penting,” jawab Putin.
Ledakan Senin dini hari, yang oleh Moskow sebut disebabkan oleh dua drone Ukraina, menewaskan dua warga sipil Rusia yang melintasi jembatan dengan kendaraan, dan menyebabkan putri mereka yang sekarang yatim piatu berusia 14 tahun terluka.
Menurut Moskow, jembatan terpanjang di Eropa itu ditargetkan oleh dua drone Angkatan Laut Ukraina.
Putin, selama pertemuan luar biasa dengan para pejabat senior Rusia, mengatakan langkah-langkah yang tepat saat ini sedang ditimbang oleh Kementerian Pertahanan.
“Insiden ini adalah serangan teroris lainnya oleh rezim Kyiv," kata Putin, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (18/7/2023).
Baca Juga: Lalu Lintas di Jembatan Crimea Dihentikan, Dilaporkan Terjadi Ledakan
"Kejahatan ini tidak ada gunanya dari sudut pandang militer, karena Jembatan Crimea sudah lama tidak digunakan untuk transportasi militer, dan brutal, karena hanya warga sipil tak berdosa yang terbunuh dan terluka,” lanjut presiden.
Putin mengatakan Moskow akan membalas dengan keras atas serangan itu. "Kementerian Pertahanan Rusia sudah menyiapkan proposal yang diperlukan untuk tindakan tersebut," imbuh Putin.
Pemimpin Kremlin itu juga mendesak para pejabat untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan di sekitar jembatan, mencatat bahwa ini menandai pukulan kedua terhadapnya.
Baik ruas jalan maupun rel kereta api rusak berat Oktober lalu, ketika sebuah truk berisi bahan peledak diledakkan di atasnya.
“Saya sedang menunggu proposal khusus untuk meningkatkan keamanan fasilitas transportasi penting yang strategis ini,” kata Putin.
Baca Juga: Jembatan Crimea Rusak akibat Serangan Drone, Rusia Tuding Ukraina
Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin, yang bertugas mengorganisir perbaikan struktur tersebut, mengatakan jaringan transportasi vital mengalami kerusakan yang cukup besar dalam serangan baru, di mana salah satu ruas jalannya hancur total.
Namun, dia mengatakan kepada presiden bahwa pilar jembatan tidak rusak akibat ledakan tersebut.
"Itu kabar baik. Jika kita dapat berbicara tentang kabar baik di sini sama sekali. Tapi fakta bahwa pilar-pilar itu tidak rusak adalah yang paling penting,” jawab Putin.
Ledakan Senin dini hari, yang oleh Moskow sebut disebabkan oleh dua drone Ukraina, menewaskan dua warga sipil Rusia yang melintasi jembatan dengan kendaraan, dan menyebabkan putri mereka yang sekarang yatim piatu berusia 14 tahun terluka.
(mas)
Lihat Juga :