Perang dengan Ukraina, Rusia Kerahkan 11 Kapal Perang di Laut Hitam

Senin, 17 Juli 2023 - 09:27 WIB
loading...
Perang dengan Ukraina,...
Di tengah perangnya dengan Ukraina, Rusia menambah jumlah kapal perangnya di Laut Hitam menjadi 11 unit. Foto/REUTERS
A A A
KYIV - Di tengah perangnya dengan Ukraina, Rusia menambah jumlah kapal perang yang dikerahkan di Laut Hitam menjadi 11 unit.

Dari 11 kapal perang siap tempur itu, dua di antaranya adalah kapal pembawa rudal jelajah tipe Kalibr.

“Situasi operasional telah berubah. Sekarang, ada 11 kapal perang di Laut Hitam," kata juru bicara Angkatan Laut Ukraina Dmytro Pletenchuk, seperti dikutip kantor berita negara Ukraina, Ukrinform, Senin (17/7/2023).

"Dan satu kapal pembawa rudal jelajah tipe Kalibr di Laut Mediterania—sejauh yang saya lihat, kapal itu kembali setelah diisi ulang,” katanya lagi.

Baca Juga: Perang Lawan Ukraina, Kapal Perang Rusia di Laut Hitam Hanya Tersisa Dua

Ditanya tentang peningkatan jumlah kapal tetapi bukan jumlah pembawa rudal, Pletenchuk mengatakan: “Ini adalah unit tempur yang berbeda. Mungkin pergerakan ini terjadi karena mereka merasakan adanya ancaman, misalnya di Teluk Sevastopol. Ada banyak alasan mengapa mereka berakhir di laut.”

Rusia menggunakan Armada Laut Hitamnya untuk melancarkan serangan rudal ke berbagai wilayah di Ukraina.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada bulan Mei dalam pembaruan intelijen tentang perang: “Pada malam 8-9 Mei 2023, kapal Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia meluncurkan 8 rudal jelajah serangan darat (LACM) SS-N-3-a SAGARIS melawan Ukraina. Ini hanya penggunaan kedua LACM Angkatan Laut Rusia yang dilaporkan sejak 9 Maret 2023.”

Kementerian itu menambahkan: “Hingga Maret 2023, Angkatan Laut Rusia sering meluncurkan SAGARIS. Rusia kemungkinan besar menangguhkan penggunaan senjata ini untuk sementara karena ingin membangun kembali stok cadangannya.”

"Dalam jangka pendek, Rusia kemungkinan melihat LACM sebagai kemampuan utama untuk menyerang jauh ke dalam Ukraina untuk mengganggu serangan balasan Ukraina yang diantisipasi. Namun, secara lebih strategis, Rusia juga melihat SAGARIS konvensional dan LACM lainnya memiliki peran penting dalam setiap konflik hipotetis dengan NATO," imbuh kementerian tersebut.

Kedua belah pihak yang bertikai telah saling meluncurkan serangan Angkatan Laut. Insiden yang paling menonjol adalah yang dialami "Saratov", kapal pendarat kelas Alligator Angkatan Laut Rusia yang berlabuh di Berdiansk, Ukraina, yang terbakar dan Kyiv mengeklaim telah menghantam dan menghancurkannya.

Kemudian "Moskva", kapal penjelajah peluru kendali Angkatan Laut Rusia, di mana Ukraina mengatakan mereka menggunakan rudal anti-kapal Neptune untuk menyerangnya dan kapal itu terbakar di laut yang deras.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kapal perang Moskva rusak parah setelah kebakaran menyebabkan ledakan amunisi, kemudian mengatakan kapal itu tenggelam.

Di kubu Ukraina, “A500 Donbas” (kapal komando Ukraina) terbakar pada April 2022 dan kemudian Kementerian Pertahanan Ukraina mengonfirmasi bahwa kapal tersebut hancur selama Pengepungan Mariupol.

Kemudian “L450 Stanislav", di mana media Ukraina melaporkan pada November 2022 hilangnya kapal serbu cepat kelas Centaur-LK tersebut selama serangan balik Ukraina Mei 2022 di Pulau Ular.

Dan bulan lalu, kapal perang kelas serbu kelas Centaur-LK Ukraina rusak di pelabuhan akibat serangan Rusia.

Pada bulan Mei, Rusia mengeklaim pasukannya telah menghancurkan apa yang disebutnya sebagai "kapal perang terakhir" Ukraina di pelabuhan Odesa dalam serangan rudal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
Spesifikasi Fregat Merah...
Spesifikasi Fregat Merah Putih, Kapal Perang Tercanggih dengan Senjata Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved