Kalau Bukan Pita, Lalu Siapa Calon PM Thailand Lainnya?
Sabtu, 15 Juli 2023 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Anutin berasal dari salah satu keluarga terkaya di Thailand dan menjadi wajah yang tidak terduga dari langkah sukses untuk melegalkan ganja pada tahun 2022.
Dia memiliki hubungan lama dengan klan Shinawatra dan pertama kali memasuki dunia politik sebagai anggota pemerintahan Thaksin.
Dia menjadi pemimpin Bhumjaithai pada 2012 dan kemudian mengarahkannya ke koalisi dengan pemerintahan pemimpin kudeta Prayut Chan-o-cha pada 2019, menjabat sebagai menteri kesehatan.
![Kalau Bukan Pita, Lalu Siapa Calon PM Thailand Lainnya?]()
Foto/Reuters
Kuda hitam Prawit Wongsuwan, 77, dikenal karena keahliannya sebagai operator politik ruang belakang yang pendiam.
Partai Palang Pracharath-nya didukung oleh militer dan menguasai 40 suara di parlemen.
Prawit naik pangkat untuk menjabat sebagai panglima militer dari tahun 2004 hingga 2005 dan telah menjadi pemain politik yang sempurna di belakang layar selama bertahun-tahun sejak itu.
Dia diangkat ke Dewan Legislatif Nasional setelah kudeta 2006, kemudian pada 2008, dia menjadi menteri pertahanan di bawah pembentukan Partai Demokrat.
Prawit kemudian menjadi salah satu arsitek utama kudeta 2014, menjabat sebagai wakil perdana menteri untuk Prayut dan bersekutu erat dengan pemimpin junta sampai pasangan itu jatuh.
Dia memiliki hubungan lama dengan klan Shinawatra dan pertama kali memasuki dunia politik sebagai anggota pemerintahan Thaksin.
Dia menjadi pemimpin Bhumjaithai pada 2012 dan kemudian mengarahkannya ke koalisi dengan pemerintahan pemimpin kudeta Prayut Chan-o-cha pada 2019, menjabat sebagai menteri kesehatan.
4. PRAWIT WONGSUWAN

Foto/Reuters
Kuda hitam Prawit Wongsuwan, 77, dikenal karena keahliannya sebagai operator politik ruang belakang yang pendiam.
Partai Palang Pracharath-nya didukung oleh militer dan menguasai 40 suara di parlemen.
Prawit naik pangkat untuk menjabat sebagai panglima militer dari tahun 2004 hingga 2005 dan telah menjadi pemain politik yang sempurna di belakang layar selama bertahun-tahun sejak itu.
Dia diangkat ke Dewan Legislatif Nasional setelah kudeta 2006, kemudian pada 2008, dia menjadi menteri pertahanan di bawah pembentukan Partai Demokrat.
Prawit kemudian menjadi salah satu arsitek utama kudeta 2014, menjabat sebagai wakil perdana menteri untuk Prayut dan bersekutu erat dengan pemimpin junta sampai pasangan itu jatuh.
(ahm)
Lihat Juga :