Bos Intel Ukraina: Tentara Bayaran Wagner Coba Rebut Senjata Nuklir Rusia saat Kudeta

Rabu, 12 Juli 2023 - 18:30 WIB
loading...
A A A
"Jika Anda memiliki aktor jahat yang bisa mendapatkan senjata nuklir, mereka akan menemukan senjata yang disimpan dalam keadaan tidak lengkap," katanya.

“Mereka perlu diselesaikan dengan memasang peralatan khusus dan kemudian membuka tautan tindakan permisif, dan untuk melakukan itu mereka memerlukan kerja sama seseorang dari Direktorat ke-12, yang bertanggung jawab untuk melindungi persenjataan nuklir Rusia," paparnya.

Kepala Direktorat ke-12 Kementerian Pertahanan (12 GU MO) telah memainkan peran penting baik di bekas Uni Soviet dan, sejak 1991, di Federasi Rusia.

Sebagai sebuah departemen dalam Kementerian Pertahanan Rusia, tanggung jawab utamanya terletak pada pengelolaan persenjataan nuklir negara yang aman.

Ditugaskan dengan serangkaian tugas penting, Direktorat ke-12 bertanggung jawab atas penyimpanan, pemeliharaan teknis, transportasi, pengiriman, penerbitan, dan pembuangan senjata nuklir negara.

Pemberontakan Wagner Group, yang diprakarsai oleh pendirinya; Yevgeny Prigozhin, dimulai pada 23 Juni dengan deklarasi “march of justice” yang bertujuan untuk menggulingkan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia Jenderal Valery Gerasimov.

Selama sehari, tentara bayaran Wagner menguasai Rostov dan melintasi beberapa wilayah Rusia, berhasil menembak jatuh enam helikopter dan satu pesawat militer Rusia.

Namun, ketika dalam konvoi menuju Moskow, Prigozhin tiba-tiba mengubah arahnya setelah negosiasi dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Sesuai kesepakatan, Wagner Group PMC diperintahkan untuk kembali ke kamp lapangan mereka, dan semua tuduhan terhadap Prigozhin dibatalkan, memfasilitasi relokasinya ke Belarusia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Sejarah! Mesir Lolos...
Sejarah! Mesir Lolos ke Babak 32 Besar, Iran Masih Tunggu Nasib
Kapolri Mutasi Kapolda...
Kapolri Mutasi Kapolda dan Wakapolda pada Akhir Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved