Indonesia Diminta Seret Pelaku dan Dalang Tragedi Berdarah Urumqi ke Mahkamah Internasional

Jum'at, 07 Juli 2023 - 14:39 WIB
loading...
Indonesia Diminta Seret...
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Islam (AMI) menggelar aksi protes kekerasan terhadap muslim Uighur. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (CENTRIS) meminta Indonesia untuk menginisiasi upaya bersama menyeret pelaku beserta otak dan aktor intelektual pembantaian ratusan mahasiswa dan muslim Uighur dalam Tragedi Berdarah Urumqi 5 Juli 2009 ke Mahkamah Internasional.

CENTRIS menilai upaya bersama yang di inisiasi oleh Indonesia dan sepatutnya di ikuti oleh negara-negara dunia ini harus dilakukan, agar korban dan keluarga korban Tragedi Berdarah Urumqi segera mendapatkan keadilan atas peritiwa pilu yang melukai hingga menewaskan keluarganya kala itu.

Tragedi Berdarah Urumqi berawal dari tewasnya 2 pria muslim Uighur dengan sangat mengenaskan akibat dikeroyok massa, yang termakan isu jika keduanya telah memperkosa seorang wanita suku Han (asli China) di Shaoguan China.

Video detik-detik serangan, penyiksaan hingga tewasnya 2 pria Uighur tersebut, sengaja disebar antek Komunis China ke media sosial.

Peneliti senior CENTRIS, AB Solissa menyebut langkah antek Komunis China tersebut membuat ketegangan menjadi memuncak sehingga korban tewas dan terluka semakin bertambah.

“Dari laporan Wartawan Guardian di tempat kejadian, diketahui jumlah korban tewas lebih dari 30 orang Uighur, sementara data dari The China Project menyebut 36 orang tewas dan 126 lainnya terluka,” kata AB Solissa kepada wartawan, Kamis (6/7/2023).

Baca Juga: Jerman Suarakan Keprihatinan Tentang Kondisi HAM China

Angka ini, lanjut AB Solissa, sangat berbeda dengan keterangan otoritas China setempat yang mengklaim hanya dua orang muslim Uighur yang tewas dalam kejadian yang terjadi pada 25 Juni 2009 tersebut.

Pembunuhan keji terhadap pekerja Uighur yang videonya menyebar luas di media sosial, memantik rasa keprihatinan para mahasiswa dan warga muslim Uighur di Urumqi, sehingga mereka melakukan aksi unjuk rasa damai, menuntut pemerintah menyeret pelaku pembunuhan serta membuka tabir peristiwa tersebut.

Aksi damai mahasiswa dan warga muslim Uighur 5 Juli 2009 tersebut dijawab Beijing dengan memerintahkan polisi dan tentara untuk melepaskan tembakan ke arah massa sehingga memicu kerusuhan.

Anehnya, pihak berwenang China melaporkan 197 orang (kebanyakan dari warga suku Han) tewas dan 700 orang lainnya terluka dalam kerusuhan tersebut.

“Dari informasi sejumlah media, Sekretaris Partai Komunis China di Xinjiang, Wang Lequan, muncul di televisi nasional menegur muslim Uighur, dan mendesak Suku Han China untuk membalas dendam,” terang AB Solissa.

“Tersulut provokasi Wang Lequan, orang-orang Suku Han yang berbekal senjata tajam, mengamuk di Urumqi untuk membalas dendam, membunuh seluruh orang Uighur yang mereka temui,” tutur AB Solissa.

CENTRIS memiliki pandangan bahwasanya kejahatan kemanusiaan yang terjadi dalam Tragedi Berdarah Urumqi dapat segera di bawa ke PBB dengan sejumlah bukti kuat lainnya.

Baca Juga: Bertemu Xi Jinping, Presiden Palestina Dukung Kebijakan China soal Muslim Uighur

Diantaranya pengakuan saksi hidup, yakni orang-orang Uighur yang berhasil lolos dari peristiwa pembantaian tersebut.

“Diberbagai media, mereka mengaku melihat langsung pembantaian yang dilakukan polisi dan tentara China, serta pembunuhan secara membabi-buta oleh orang-orang Suku Han terhadap muslim Uighur di Urumqi. Ini bisa jadi novum baru,” jelas AB Solissa.

Dari keterangan para saksi, diperoleh informasi jika polisi dan tentara Beijing dengan cepat membersihkan sisa-sisa pembantaian sehingga keesokan harinya lokasi tewasnya ratusan muslim Uighur telah bersih dari sisa-sisa tubuh maupun darah korban yang tewas atau terluka.

CENTRIS menduga Tragedi Urumqi adalah titik awal upaya China untuk mereduksi atau melakukan program genosida muslim Uighur, mengingat populasi muslim Uighur dan kertertarikan masyarakat China akan Islam semakin tinggi.

“Pengganti Wang Lequan yakni Chen Quanguo yang pada awal-awal tahun 2016 meluncurkan kebijakan pengawasan 24/7 di seluruh Xinjiang, memaksa sterilisasi wanita Uighur dan memulai penghapusan budaya dan bahasa Uighur secara sistematis,” ungkap AB Solissa.

“Dan hingga detik ini, upaya genosida muslim Uighur terus dilakukan oleh Beijing, terutama di kamp-kamp konsentrasi di Xianjiang.” pungkasnya.

Baca Juga: HRW: China Sebut Uighur Ekstremis Hanya karena Punya Aplikasi Al-Quran
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved