5 Fakta Milisi Shabbiha Loyalis Presiden Assad, Nomor 4 Terlibat Banyak Pembunuhan Massal
Rabu, 05 Juli 2023 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
“Shabbiha menempatkan mereka di dinding, mencoba melanggarnya, lalu menembak mereka,” katanya. Saat itu, dia bergabung dengan kelompok pemberontak dan berada di distrik terdekat, al-Adawiya – tempat pembantaian baru saja terjadi, juga dikutip oleh CIJA.
“Saat saya mendengar bahwa anak-anak saya meninggal, saya sedang menggendong bayi berusia enam bulan yang baru saja dibunuh di Adawiya. Jadi saya membayangkan apa yang terjadi pada anak-anak saya,” katanya, berbicara melalui telepon dari daerah kantong yang dikuasai pemberontak di Suriah utara.
![5 Fakta Milisi Shabbiha Loyalis Presiden Assad, Nomor 4 Terlibat Banyak Pembunuhan Massal]()
Foto/Reuters
Meskipun tidak ada pengadilan kejahatan perang internasional dengan yurisdiksi atas konflik Suriah, ada sejumlah kasus yurisdiksi universal di negara-negara seperti Belanda, Swedia, Prancis, dan Jerman yang memiliki undang-undang yang memungkinkan mereka untuk mengadili kejahatan perang bahkan jika mereka melakukannya. di tempat lain.
Ghany mengatakan dokumen-dokumen itu adalah bukti yang “diperlukan” yang menghubungkan shabbiha dengan negara dalam kasus-kasus peradilan internasional.
“Dokumen-dokumen ini memungkinkan untuk mengejar orang secara legal – jika ada individu di negara-negara Eropa maka kasus dapat diajukan terhadap mereka,” katanya.
“Saat saya mendengar bahwa anak-anak saya meninggal, saya sedang menggendong bayi berusia enam bulan yang baru saja dibunuh di Adawiya. Jadi saya membayangkan apa yang terjadi pada anak-anak saya,” katanya, berbicara melalui telepon dari daerah kantong yang dikuasai pemberontak di Suriah utara.
5. Tidak Tersentuh Hukum

Foto/Reuters
Meskipun tidak ada pengadilan kejahatan perang internasional dengan yurisdiksi atas konflik Suriah, ada sejumlah kasus yurisdiksi universal di negara-negara seperti Belanda, Swedia, Prancis, dan Jerman yang memiliki undang-undang yang memungkinkan mereka untuk mengadili kejahatan perang bahkan jika mereka melakukannya. di tempat lain.
Ghany mengatakan dokumen-dokumen itu adalah bukti yang “diperlukan” yang menghubungkan shabbiha dengan negara dalam kasus-kasus peradilan internasional.
“Dokumen-dokumen ini memungkinkan untuk mengejar orang secara legal – jika ada individu di negara-negara Eropa maka kasus dapat diajukan terhadap mereka,” katanya.
(ahm)
Lihat Juga :