5 Alasan Mengapa SCO Jadi Andalan Presiden Putin, Nomor 3 Bisa Jadi Pesaing NATO dan Uni Eropa
Rabu, 05 Juli 2023 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
Jadi apa itu? SCO merupakan organisasi antar pemerintah regional yang menawarkan kesempatan kepada negara-negara Eurasia yang percaya pada dunia multipolar untuk menyeimbangkan kepentingan mereka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Dan itu memberi Rusia dan China platform untuk mempromosikan hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara yang - meskipun bukan sekutu - senang berbisnis dengan mereka.
![5 Alasan Mengapa SCO Jadi Andalan Presiden Putin, Nomor 3 Bisa Jadi Pesaing NATO dan Uni Eropa]()
Foto/Reuters
Rusia dan China mengindikasikan bahwa mereka ingin SCO berbuat lebih banyak. Putin mengusulkan integrasi ekonomi yang lebih besar di antara negara-negara SCO, sementara juga menyarankan bahwa kelompok tersebut perlu meningkatkan kerja sama keamanan. Itu merupakan pernyataan yang digaungkan oleh Presiden China Xi dan Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Asal-usul SCO terletak pada penandatanganan pakta "Lima Shangai" pada tahun 1996 di Shanghai, sebuah perjanjian yang dirancang untuk menyelesaikan sengketa perbatasan antara China dan tetangganya pasca-Soviet Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan.
Saat ini, Scho menghadapi konflik berkelanjutan lainnya di sepanjang perbatasan Rusia dengan negara pasca-Soviet lainnya, Ukraina.
Baca Juga: 5 Fakta Kekuatan Putin Melemah, Nomor 4 Mitos Pemimpin Kuat Hanya Kenangan
![5 Alasan Mengapa SCO Jadi Andalan Presiden Putin, Nomor 3 Bisa Jadi Pesaing NATO dan Uni Eropa]()
Foto/Reuters
Negara-negara SCO ragu-ragu untuk mengkritik Rusia sejak meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Namun, alasan untuk mempertahankan hubungan dengan Rusia sangat bervariasi di antara para anggotanya.
China telah menjaga hubungan diplomatik yang erat dengan Rusia karena secara politik tetap ambivalen atas perang sambil meningkatkan perdagangan dengan Rusia setelah negara-negara Barat memukul yang terakhir dengan sanksi yang ketat.
Dan itu memberi Rusia dan China platform untuk mempromosikan hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara yang - meskipun bukan sekutu - senang berbisnis dengan mereka.
3. Bisa Menjadi Kekuatan Ekonomi dan Aliansi Militer

Foto/Reuters
Rusia dan China mengindikasikan bahwa mereka ingin SCO berbuat lebih banyak. Putin mengusulkan integrasi ekonomi yang lebih besar di antara negara-negara SCO, sementara juga menyarankan bahwa kelompok tersebut perlu meningkatkan kerja sama keamanan. Itu merupakan pernyataan yang digaungkan oleh Presiden China Xi dan Presiden Iran Ebrahim Raisi.
Asal-usul SCO terletak pada penandatanganan pakta "Lima Shangai" pada tahun 1996 di Shanghai, sebuah perjanjian yang dirancang untuk menyelesaikan sengketa perbatasan antara China dan tetangganya pasca-Soviet Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Tajikistan.
Saat ini, Scho menghadapi konflik berkelanjutan lainnya di sepanjang perbatasan Rusia dengan negara pasca-Soviet lainnya, Ukraina.
Baca Juga: 5 Fakta Kekuatan Putin Melemah, Nomor 4 Mitos Pemimpin Kuat Hanya Kenangan
4. Barisan Sakit Hati terhadap Amerika Serikat

Foto/Reuters
Negara-negara SCO ragu-ragu untuk mengkritik Rusia sejak meluncurkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Namun, alasan untuk mempertahankan hubungan dengan Rusia sangat bervariasi di antara para anggotanya.
China telah menjaga hubungan diplomatik yang erat dengan Rusia karena secara politik tetap ambivalen atas perang sambil meningkatkan perdagangan dengan Rusia setelah negara-negara Barat memukul yang terakhir dengan sanksi yang ketat.
Lihat Juga :