Israel Ketar-ketir Sistem Pertahanan Udara Hizbullah Meningkat Pesat

Selasa, 04 Juli 2023 - 13:01 WIB
loading...
Israel Ketar-ketir Sistem...
Sistem pertahanan udara SA-8 Gecko digunakan Hizbullah di Lebanon. Foto/wikipedia
A A A
TEL AVIV - Media Israel melaporkan militer Israel ketar-ketir dengan apa yang digambarkannya sebagai perubahan signifikan dalam konsep pertahanan udara oleh Hizbullah di Lebanon.

Kekhawatiran itu muncul setelah penggandaan jumlah sistem pertahanan udara yang dimiliki Hizbullah untuk membatasi kebebasan bertindak Angkatan Udara Israel di wilayah Lebanon.

Surat kabar Maariv Israel melaporkan pekan lalu bahwa, “Militer Israel menganggap keputusan Hizbullah membatasi Angkatan Udara Israel dengan sistem pertahanan udara Rusia yang tersedia, SA8 dan SA22, adalah perubahan mendasar dalam konsep strategis Hizbullah, di mana upaya dilakukan untuk membatasi kebebasan Angkatan Udara Israel untuk beroperasi selama jam-jam normal.”

Surat kabar itu menambahkan, “Perkiraan Israel menunjukkan Hizbullah menggandakan jumlah sistem pertahanan udara yang dimilikinya selama lima tahun terakhir. Sistem pertahanan ini sebagian besar didasarkan pada sistem Iran modern."

“Peningkatan kemampuan ini oleh Hizbullah sedang berlangsung dan ini diungkapkan, menurut perkiraan Israel, dalam ketersediaan sistem ini untuk penggunaan cepat dan sesuai dengan keputusan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah," ungkap laporan itu.

Dinas keamanan Israel percaya, "Serangan oleh pesawat tak berawak Israel, pada Agustus 2019, terhadap satu fasilitas di bangunan di jantung pinggiran selatan Beirut, kubu Hizbullah, yang telah digambarkan sebagai fasilitas untuk meningkatkan akurasi rudal, memprakarsai titik balik dalam strategi Hizbullah, dan ancaman Nasrallah pada saat itu untuk mulai menembak jatuh drone Israel."

Baca juga: Intelijen Turki Bongkar Rincian Jaringan Hantu Para Agen Mossad Israel

Menurut surat kabar tersebut, "Hizbullah mengimplementasikan ancaman ini dua bulan kemudian, ketika menembakkan rudal SA8 ke pesawat tak berawak Hermes 450 Israel, yang sedang dalam misi pengumpulan intelijen, tetapi rudal tersebut meleset dari sasaran."

Surat kabar itu menunjukkan, “Tentara Israel memantau kendaraan tempat rudal diluncurkan, dan meminta untuk menargetkannya, tetapi tingkat politik Israel, yang dipimpin Benjamin Netanyahu tidak menyetujui hal ini, untuk mengantisipasi eskalasi."

Surat kabar itu menambahkan, “Tentara Israel memandang peristiwa ini sangat penting untuk masa depan, dan itu memotivasi Nasrallah menunjukkan kemampuan lapangan lainnya. Ini diikuti oleh tiga upaya Hizbullah untuk menembak jatuh drone Israel."

“Setelah itu, tentara Israel membahas kemungkinan menargetkan sistem pertahanan udara Hizbullah, kemudian menghapus masalah ini dari agendanya, sementara Hizbullah meningkatkan persenjataannya dengan sistem pertahanan udara," papar surat kabar itu.

Kemudian, Hizbullah mengumumkan mereka telah menembak jatuh pesawat tak berawak Israel yang menyusup ke wilayah udara Lebanon di lembah Azziya dekat Zibqin selatan.

Outlet media Hizbullah mengkonfirmasi jatuhnya drone dalam pernyataan singkat, tanpa menyebutkan detail lain tentang insiden tersebut.

Juru bicara tentara pendudukan Israel juga mengakui pesawat tak berawak itu ditembak jatuh dalam pernyataan singkat di mana dia berkata, "Satu pesawat tak berawak jatuh di wilayah Lebanon selama kegiatan rutin, dan tidak ada ketakutan akan informasi yang bocor."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Detik-Detik Pesawat...
Detik-Detik Pesawat Ringan Tabrak Gedung 108 Lantai di China, Jendela Bolong Picu Kebakaran
Rekomendasi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
IHSG Pekan Depan Diprediksi...
IHSG Pekan Depan Diprediksi Rawan Koreksi, Bakal Menguji Level 5.723-5.784
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved