24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
Senin, 27 Juli 2020 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Para aktivis menyatakan bahwa yang ditangkap termasuk anak-anak dan pengungsi Rohingya,. Penahanan ini dilakukan ketika Malaysia memberlakukan karantina wilayah selama pandemi Covid-19.
Polisi melakukan investigasi terkait dokumenter bertajuk Locked Up in Malaysia's Lockdown, yang disiarkan pada 3 Juli 2020 lalu. Polisi kemudian merilis surat perintah penangkapan terhadap Kabir––yang izin kerjanya dicabut setelah program ini disiarkan dan ditangkap pada Jumat lalu.
"Warga negara Bangladesh itu akan dideportasi dan masuk daftar hitam Malaysia selamanya," ujar Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia Khairul Dzaimee Daud, dilansir Reuters. Dia tidak menjelaskan mengapa Kabir ditangkap atau apakah dia tersangka dalam kasus kriminal. (Lihat videonya: Sparko, Sensasi Olahraga Bergaya Militer)
Kelompok yang terdiri atas 21 organisasi masyarakat sipil Bangladesh menuntut pembebasan Kabir, dengan menyatakan: wawancara dengan media bukan kejahatan, dan Rayhan Kabir tidak melakukan kejahatan apa pun. Human Rights Watch (HRW) mengatakan tindakan pemerintah Malaysia mengirimkan pesan mengerikan kepada banyak pekerja migran di negara itu “Jika Anda ingin tinggal di Malaysia, jangan angkat bicara tentang seberapa parah Anda telah diperlakukan,” demikian keterangan HRW.
Al Jazeera menyebut polisi Malaysia mengumumkan investigasi terhadap stafnya terkait kemungkinan hasutan, pencemaran nama baik, dan pelanggaran Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia negara itu. Mereka juga membantah tuduhan terhadap program dan bahwa mereka "membela profesionalisme, kualitas, dan ketidakberpihakan jurnalisme". (Andika H Mustaqim)
Polisi melakukan investigasi terkait dokumenter bertajuk Locked Up in Malaysia's Lockdown, yang disiarkan pada 3 Juli 2020 lalu. Polisi kemudian merilis surat perintah penangkapan terhadap Kabir––yang izin kerjanya dicabut setelah program ini disiarkan dan ditangkap pada Jumat lalu.
"Warga negara Bangladesh itu akan dideportasi dan masuk daftar hitam Malaysia selamanya," ujar Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia Khairul Dzaimee Daud, dilansir Reuters. Dia tidak menjelaskan mengapa Kabir ditangkap atau apakah dia tersangka dalam kasus kriminal. (Lihat videonya: Sparko, Sensasi Olahraga Bergaya Militer)
Kelompok yang terdiri atas 21 organisasi masyarakat sipil Bangladesh menuntut pembebasan Kabir, dengan menyatakan: wawancara dengan media bukan kejahatan, dan Rayhan Kabir tidak melakukan kejahatan apa pun. Human Rights Watch (HRW) mengatakan tindakan pemerintah Malaysia mengirimkan pesan mengerikan kepada banyak pekerja migran di negara itu “Jika Anda ingin tinggal di Malaysia, jangan angkat bicara tentang seberapa parah Anda telah diperlakukan,” demikian keterangan HRW.
Al Jazeera menyebut polisi Malaysia mengumumkan investigasi terhadap stafnya terkait kemungkinan hasutan, pencemaran nama baik, dan pelanggaran Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia negara itu. Mereka juga membantah tuduhan terhadap program dan bahwa mereka "membela profesionalisme, kualitas, dan ketidakberpihakan jurnalisme". (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :