Perang Terus Berlanjut, Negara-negara Ini Menolak Bantu Ukraina
Jum'at, 30 Juni 2023 - 09:36 WIB
loading...
A
A
A
China dan Rusia juga telah menandatangani perjanjian yang menyatakan penciptaan tatanan dunia baru yang mereka gambarkan sebagai kemitraan 'tanpa batas' yang mencakup dukungan Beijing untuk pandangan Rusia bahwa Ukraina harus tetap berada di luar NATO.
Dalam beberapa tahun terakhir mereka telah menemukan musuh bersama di Amerika Serikat. Para pemimpin Rusia dan China dipersatukan oleh keyakinan bahwa AS sedang merencanakan untuk merusak dan menggulingkan pemerintah mereka dengan kedok demokrasi dan hak asasi manusia.
Belum lama ini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan penjelasan mengapa negaranya tidak membantu Ukraina.
Dalam sebuah wawancara pekan lalu, Netanyahu berpendapat bahwa Israel tidak dapat memberikan senjata ke Kyiv karena keterlibatan Rusia di Suriah, di tengah kekhawatiran bahwa senjata tersebut pada akhirnya akan jatuh ke tangan Iran.
Meski begitu, Israel telah mengirimkan bantuan kemanusiaan dan sistem peringatan dini ke Kiev. Laporan media juga menunjukkan bahwa Israel telah menyetujui beberapa lisensi yang memungkinkan sistem peperangan elektronik yang mampu mengganggu drone untuk diekspor ke Ukraina.
Sejumlah negara Amerika Selatan atau Latin menolak untuk memberikan bantuan militer untuk Ukraina.
Saat AS memberikan tawaran kepada negara-negara Amerika Latin untuk menyumbangkan peralatan militer buatan Rusia mereka yang sudah usang ke Ukraina dan akan menggantinya dengan yang lebih unggul, para pemimpin negara Amerika Latin berbaris mengecamnya.
“Bahkan jika mereka berakhir sebagai memo di Kolombia, kami tidak akan menyerahkan senjata Rusia untuk dibawa ke Ukraina guna memperpanjang perang,” jawab presiden sayap kiri Kolombia Gustavo Petro.
“Kami tidak memihak kedua belah pihak. Kami (memihak) untuk perdamaian,” imbuhnya.
Dalam beberapa tahun terakhir mereka telah menemukan musuh bersama di Amerika Serikat. Para pemimpin Rusia dan China dipersatukan oleh keyakinan bahwa AS sedang merencanakan untuk merusak dan menggulingkan pemerintah mereka dengan kedok demokrasi dan hak asasi manusia.
3. Israel
Belum lama ini Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan penjelasan mengapa negaranya tidak membantu Ukraina.
Dalam sebuah wawancara pekan lalu, Netanyahu berpendapat bahwa Israel tidak dapat memberikan senjata ke Kyiv karena keterlibatan Rusia di Suriah, di tengah kekhawatiran bahwa senjata tersebut pada akhirnya akan jatuh ke tangan Iran.
Meski begitu, Israel telah mengirimkan bantuan kemanusiaan dan sistem peringatan dini ke Kiev. Laporan media juga menunjukkan bahwa Israel telah menyetujui beberapa lisensi yang memungkinkan sistem peperangan elektronik yang mampu mengganggu drone untuk diekspor ke Ukraina.
4. Negara-negara Amerika Latin
Sejumlah negara Amerika Selatan atau Latin menolak untuk memberikan bantuan militer untuk Ukraina.
Saat AS memberikan tawaran kepada negara-negara Amerika Latin untuk menyumbangkan peralatan militer buatan Rusia mereka yang sudah usang ke Ukraina dan akan menggantinya dengan yang lebih unggul, para pemimpin negara Amerika Latin berbaris mengecamnya.
“Bahkan jika mereka berakhir sebagai memo di Kolombia, kami tidak akan menyerahkan senjata Rusia untuk dibawa ke Ukraina guna memperpanjang perang,” jawab presiden sayap kiri Kolombia Gustavo Petro.
“Kami tidak memihak kedua belah pihak. Kami (memihak) untuk perdamaian,” imbuhnya.
Lihat Juga :