Berkhianat, Ilmuwan Nuklir Rusia Ini Dipenjara 9 Tahun
Kamis, 22 Juni 2023 - 10:15 WIB
loading...
Seorang ilmuwan nuklir Rusia dihukum penjara 9 tahun atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi. Foto/Russian Federal Nuclear Center-VNIIEF/Facebook
A
A
A
MOSKOW - Seorang ilmuwan di fasilitas penelitian nuklir Rusia di wilayah Nizhny Novgorod telah dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.
Penyelidik menuduh Viktor Ilyin, seorang karyawan di Pusat Nuklir Federal di kota tertutup Serov, mencoba terlibat dalam kegiatan spionase atas nama Ukraina, Amerika Serikat (AS), dan Inggris.
Ilyin dilaporkan telah berusaha untuk memasok layanan keamanan Barat dengan informasi tentang perkembangan ilmiah terbaru di Rusia.
"Untuk menyembunyikan aktivitas ilegalnya, pria itu menggunakan dokumen palsu dan perangkat lunak khusus," kata layanan pers Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia, seperti dikutip The Moscow Times, Kamis (22/6/2023).
Baca Juga: Rusia Jebloskan 3 Ilmuwan Rudal Hipersonik karena Berkhianat
Catatan pengadilan mengungkapkan bahwa Ilyin ditangkap awal tahun ini, tetapi dia pertama kali diadili pada bulan April, di mana dia mengaku bersalah atas tuduhan terhadapnya.
Pada 23 Mei, ilmuwan tersebut dituntut hukuman penjara sembilan tahun—dua tahun lebih rendah dari hukuman minimum 12 tahun untuk kasus pengkhianatan tingkat tinggi.
Penyelidik menuduh Viktor Ilyin, seorang karyawan di Pusat Nuklir Federal di kota tertutup Serov, mencoba terlibat dalam kegiatan spionase atas nama Ukraina, Amerika Serikat (AS), dan Inggris.
Ilyin dilaporkan telah berusaha untuk memasok layanan keamanan Barat dengan informasi tentang perkembangan ilmiah terbaru di Rusia.
"Untuk menyembunyikan aktivitas ilegalnya, pria itu menggunakan dokumen palsu dan perangkat lunak khusus," kata layanan pers Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia, seperti dikutip The Moscow Times, Kamis (22/6/2023).
Baca Juga: Rusia Jebloskan 3 Ilmuwan Rudal Hipersonik karena Berkhianat
Catatan pengadilan mengungkapkan bahwa Ilyin ditangkap awal tahun ini, tetapi dia pertama kali diadili pada bulan April, di mana dia mengaku bersalah atas tuduhan terhadapnya.
Pada 23 Mei, ilmuwan tersebut dituntut hukuman penjara sembilan tahun—dua tahun lebih rendah dari hukuman minimum 12 tahun untuk kasus pengkhianatan tingkat tinggi.
Lihat Juga :