Trump Izinkan AS Jual Drone Maut dan Tercanggih MQ-9 Reaper ke Sekutu
Sabtu, 25 Juli 2020 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Menurut pernyataan Gedung Putih, pembicaraan dua tahun gagal mereformasi MTCR. Langkah terbaru pemerintah ini telah membuat khawatir para pendukung kendali senjata yang mengatakan penjualan drone canggih AS ke lebih banyak negara dapat memicu perlombaan senjata global.
"Pemerintahan Trump sekali lagi melemahkan kontrol ekspor internasional pada ekspor drone yang mematikan," kata Senator Bob Menendez dalam sebuah pernyataan. (Baca: Iran: Jet Tempur F-15 AS Cegat Mahan Air Aksi Teroris dan Agresi! )
"Keputusan sembrono ini membuat kita lebih mungkin mengekspor beberapa persenjataan kita yang paling mematikan ke para pelanggar HAM di seluruh dunia," katanya lagi.
MTCR mengklasifikasikan drone besar sebagai rudal jelajah, dan karenanya, tunduk pada pembatasan ekspor yang ketat.
"Amerika Serikat tetap menjadi anggota yang berkomitmen pada MTCR dan menganggapnya sebagai alat non-proliferasi penting untuk mengekang penyebaran teknologi rudal canggih ke negara-negara seperti Korea Utara dan Iran. Mencegah penggunaan dan penyebaran WMD (senjata pemusnah massal) dan cara pengirimannya tetap menjadi prioritas administrasi (Trump)," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Megan Ortagus dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/7/2020).
"Pemerintahan Trump sekali lagi melemahkan kontrol ekspor internasional pada ekspor drone yang mematikan," kata Senator Bob Menendez dalam sebuah pernyataan. (Baca: Iran: Jet Tempur F-15 AS Cegat Mahan Air Aksi Teroris dan Agresi! )
"Keputusan sembrono ini membuat kita lebih mungkin mengekspor beberapa persenjataan kita yang paling mematikan ke para pelanggar HAM di seluruh dunia," katanya lagi.
MTCR mengklasifikasikan drone besar sebagai rudal jelajah, dan karenanya, tunduk pada pembatasan ekspor yang ketat.
"Amerika Serikat tetap menjadi anggota yang berkomitmen pada MTCR dan menganggapnya sebagai alat non-proliferasi penting untuk mengekang penyebaran teknologi rudal canggih ke negara-negara seperti Korea Utara dan Iran. Mencegah penggunaan dan penyebaran WMD (senjata pemusnah massal) dan cara pengirimannya tetap menjadi prioritas administrasi (Trump)," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Megan Ortagus dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/7/2020).
(min)
Lihat Juga :