Barat Kirim Banyak Senjata Rongsokan ke Ukraina, Suku Cadang Harus Dikanibal

Selasa, 20 Juni 2023 - 07:45 WIB
loading...
A A A
Satu kasus melibatkan 33 howitzer M109 Amerika yang disumbangkan Italia. Menurut Roma, mereka telah dinonaktifkan senjata itu bertahun-tahun yang lalu, tetapi Ukraina meminta agar mereka diperbaharui untuk digunakan.

Seorang kontraktor Amerika dibayar USD19,8 juta untuk melakukan perbaikan. Pada bulan Januari, mereka mengirimkan 13 senjata, yang tiba “tidak cocok untuk misi tempur”, menurut salah satu dokumen Ukraina.

“Perusahaan Amerika, yang menawarkan layanannya, tidak memiliki niat sebelumnya untuk memenuhi kewajibannya,” keluh direktur pengadaan pertahanan Ukraina Vladimir Pikuzo kepada Pentagon dalam surat tertanggal 3 Februari.

“Setiap dari mereka bekerja ketika kami mengirimkannya,” ujar Matthew Herring, CEO dari Ultra Defense Corporation yang berbasis di Tampa, mengatakan kepada Times.

Dia menyalahkan Ukraina karena tidak merawat senjata self-propelled dengan benar.

Ada masalah dengan peralatan yang dipasok Angkatan Darat AS juga, menurut laporan oleh inspektur jenderal Pentagon.

Musim panas lalu, unit Angkatan Darat di Kamp Arifjan Kuwait diperintahkan mengirim 29 Humvee ke Ukraina, tetapi hanya tiga yang cocok untuk pertempuran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Iran Murka, Mehdi Taremi...
Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Jika Diinvasi Barat,...
Jika Diinvasi Barat, Rusia Pastikan Gunakan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved