Hagia Sophia Jadi Tempat Salat Jumat, Yunani Berduka

Sabtu, 25 Juli 2020 - 14:30 WIB
loading...
Hagia Sophia Jadi Tempat...
Jamaah Muslim menjalankan salat Jumat di Hagia Sophia, bangunan kuno yang awalnya katedral dan kini dikonversi jadi masjid, Jumat (24/7/2020). Foto/REUTERS/Umit Bektas
A A A
ATHENA - Pemerintah Yunani menyatakan berduka setelah Hagia Sophia dikonversi kembali menjadi masjid oleh pemerintah Turki . Reaksi Athena tersebut disampaikan ketika salat Jumat perdana digelar di bangunan kuno yang awalnya gereja tersebut.

Perdana Menteri (PM) Kyriakos Mitsotakis mengatakan konversi bangunan itu kembali menjadi masjid oleh Turki adalah bukti kelemahan. Menurutnya, gereja-gereja di seluruh negeri berduka pada hari Jumat.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Jumat bergabung dengan ribuan Muslim untuk melaksanakan salat Jumat di Hagia Sophia.

"Apa yang terjadi di (Istanbul) hari ini (Jumat) bukan unjuk kekuatan, tetapi bukti kelemahan," kata PM Mitsotakis dalam sebuah pernyataan. (Baca: Erdogan Gabung Ribuan Orang Salat Jumat Pertama di Hagia Sophia )

"Pembalikan itu tidak memiliki kekuatan untuk mengurangi pancaran sebuah monumen warisan global," ujarnya.

"Terutama bagi kita orang Kristen Ortodoks, Hagia Sophia hari ini ada di hati kita lebih dari sebelumnya. Di sinilah jantung kita berdetak," kata Mitsotakis.

Pada tengah hari kemarin, gereja-gereja di sekitar Yunani membunyikan lonceng dan mengibarkan bendera setengah tiang untuk memprotes apa yang kepala Gereja Yunani; Uskup Agung Ieronymos, sebut sebagai "tindakan najis yang mencemari bekas katedral Kekaisaran Bizantium".

"(Hari ini, Jumat) adalah hari berkabung untuk semua Kekristenan," kata Ieronymos," ujarnya yang dilansir AFP, Sabtu (25/7/2020).

Uskup Agung Ieronymos mengatakan dia akan mengadakan pelayanan khusus di Metropolis Athena pada malam hari dan melantunkan Nyanyian Rohani Akathist untuk menghormati Perawan Maria. (Baca juga: Hagia Sophia Gelar Salat Jumat, Gereja Seluruh Yunani Bunyikan Lonceng )

Menurut tradisi Yunani, layanan yang sama diadakan di Hagia Sophia pada malam kejatuhan ibu kota Kekaisaran Bizantium ke Kekaisaran Ottoman pada tahun 1453.

"Hagia Sophia adalah simbol iman kita dan monumen budaya universal," kata Ieronymos.

Kelompok agama dan nasionalis berencana mengadakan protes di Athena dan Thessaloniki terkait konversi Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Salah satu keajaiban arsitektur dunia dan Situs Warisan Dunia UNESCO di Istanbul itu awalnya adalah katedral utama Kekaisaran Bizantium, namun diubah menjadi masjid setelah Istanbul atau Konstantinopel ditaklukkan oleh Kekaisaran Ottoman pada tahun 1453.

Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi di Turki, pada 10 Juli dengan suara bulat membatalkan keputusan kabinet 1934 dan mengatakan Hagia Sophia didaftarkan sebagai masjid dalam tindakan propertinya.

Erdogan kemudian memerintahkan monumen abad keenam itu dibuka kembali untuk ibadah Muslim, yang membuat marah komunitas Kristen dan semakin memanaskan ketegangan antara Turki dan Yunani, yang sama-sama sekutu NATO.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved