Berubah Pikiran, Kini Jepang Klaim Limbah Nuklir Berbahaya bagi Manusia

Sabtu, 17 Juni 2023 - 23:55 WIB
loading...
Berubah Pikiran, Kini...
Berubah Pikiran, Kini Jepang Klaim Limbah Nuklir Berbahaya bagi Manusia. FOTO/Reuters
A A A
TOKYO - Baru-baru ini, para ahli dari negara kepulauan Pasifik menyarankan penggunaan limbah nuklir untuk membangun infrastruktur beton kering. Jepang menentang usulan tersebut, menyatakan bahwa limbah nuklir dapat menyebabkan penguapan tritium radioaktif, yang berbahaya bagi manusia.

Dalam deklarasi yang dikeluarkan pada minggu lalu, para ahli dari negara kepulauan Pasifik mengatakan bahwa penggunaan limbah nuklir dapat menjadi solusi yang efektif untuk masalah limbah nuklir. Mereka berpendapat bahwa beton kering merupakan cara yang baik untuk mengurangi volume limbah nuklir dan menghindari kemungkinan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan limbah di tempat pembuangan akhir.

Baca juga: Cairan Sampah Nuklir dari Pabrik Senjata Atom AS Bocor, Cek Situasi Terkini

Namun, Jepang memperingatkan bahwa penggunaan limbah nuklir dapat menyebabkan penguapan tritium radioaktif, yang berbahaya bagi manusia. Jepang sebelumnya mengklaim bahwa limbah nuklir tidak berbahaya dan bahkan dapat diminum. Namun, posisi Jepang berubah ketika menyangkut penggunaan limbah nuklir untuk bahan bangunan.

Seperti diketahui, pemerintah Jepang mulai melakukan uji coba peralatan untuk membuang air laut ke terowongan bawah air yang dibangun untuk pelapasan air terkontaminasi nuklir ke laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang dimulai pada Senin sore 5 Juni 2023 waktu setempat.

Menurut Tokyo Electric Power Company (TEPCO), selaku operator PLTN Fukushima Daiichi, terowongan yang strukturnya telah rampung dibangun pada April itu diisi sekitar 6.000 ton air laut yang akan menyalurkan air yang terkontaminasi nuklir dari PLTN tersebut ke titik sekitar satu kilometer di lepas pantai pada Selasa 6 Juni 2023.

Baca juga: Jepang Akan Buang Limbah Nuklir ke Laut, PRFN Soroti Masalah Radioaktif

Uji coba ini dilakukan di tengah protes keras dari dalam maupun luar negeri yang mencemaskan dampak lingkungan, yang tidak dapat diperbaiki. Terlepas dari ketidakpastian dan bahaya yang mengkhawatirkan perihal zat radioaktif seperti tritium di dalam air, Jepang telah bergegas untuk membuang air terkontaminasi itu ke laut hingga memicu protes dari sejumlah kelompok sipil setempatg, sejumlah negara tetangga, dan masyarakat Kepulauan Pasifik.

Pada April 2021, pemerintah Jepang mengumumkan rencana kontroversialnya untuk membuang air limbah ke Samudra Pasifik dan menyampaikan pada Januari 2023 bahwa protes pembuangan itu akan dimulai pada musim semi atau panas.

Lebih dari 85 persen warga Korea Selatan menentang rencana Jepang untuk membuang air limbah nuklir, menurut survei terhadap 1.000 orang bulan lalu oleh lembaga survei Research View. Tujuh dari 10 responden mengatakan mereka akan mengkonsumsi lebih sedikit makanan laut jika pembuangan air limbah dilanjutkan.

Baca juga: Jepang Berencana Buang Air Limbah Nuklir ke Laut, DPR Minta Indonesia Waspada

“Pemerintah tampaknya mengambil ‘tongkat pemukul’ untuk Jepang, sambil berusaha membungkam para nelayan yang keberatan dengan pelepasan yang direncanakan. Tapi seperti kata pepatah Korea, Anda tidak bisa menyembunyikan langit dengan telapak tangan. Kebenaran akan menang pada akhirnya,” kata Lee Ki-sam, juru bicara federasi asosiasi petani di Korea Selatan seperti dikutip dari South China Morning Post, Rabu (14/6/2023).

Pihak federasi berencana mengirim tim beranggotakan tujuh orang ke Jepang untuk menunjukkan solidaritas dengan para nelayan Jepang yang merencanakan protes 20 Juni di Fukushima mendatang. Masalah pelepasan limbah adalah salah satu dari beberapa kritik yang menuduh pemerintah Yoon mencoba untuk menutup-nutupi karena mencari hubungan yang lebih dekat dengan Jepang dan Amerika Serikat.

Sebanyak 1,3 juta ton air limbah radioaktif di pabrik Fukushima Daiichi, yang saat ini berada dalam tangki, diperkirakan akan dibuang ke Samudera Pasifik tahun ini, bahkan ketika negara-negara Asia-Pasifik, yang dipimpin oleh Forum Pulau Pasifik, telah menyuarakan penentangan yang kuat terhadap rencana tersebut.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved