5 Indikasi Kegagalan Misi Afrika untuk Mendamaikan Ukraina-Rusia

Sabtu, 17 Juni 2023 - 07:49 WIB
loading...
5 Indikasi Kegagalan...
Para pemimpin Afrika memiliki kepentingan untuk ikut andil mengakhiri perang Ukraina melawan Rusia. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Banyak negara menginginkan perang Ukraina dan Rusia berakhir, termasuk negara-negara Afrika. Tujuh pemimpin Afrika menemui pemimpin Ukraina dan Rusia untuk mewujudkan perdamaian dan mengakhiri perang yang telah berdampak buruk pada standar hidup di seluruh benua.

Delegasi dari Afrika Selatan, Mesir, Senegal, Kongo-Brazzaville, Komoro, Zambia, dan Uganda bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky pada Jumat (16/5/2023) dan Presiden Vladimir Putin pada Sabtu (17/6/2023). Tetapi waktu kunjungan tampaknya tidak tepat. Itu datang tepat saat Kyiv meluncurkan serangan balasan yang sangat dibanggakan.

Berikut adalah 5 indikasi kegagalan misi perdamaian yang diusung negara-negara Afrika.

1. Tidak Ada Tenggat Waktu

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa tidak memberikan garis waktu atau proposal ketika dia membuat pengumuman bulan lalu. Negara-negara Afrika bergabung dengan calon pembuat perdamaian perang yang awalnya juga diusulkan China, Turki dan Paus Fransiskus.

"Apa dorongan strategis dari intervensi ini?" tanya Kingsley Makhubela, seorang analis risiko Afrika Selatan dan mantan diplomat, dilansir BBC. "Tidak jelas. Apakah ini foto kepala negara Afrika?"

2. Tidak Memiliki Pengalaman sebagai Mediator

Misi perdamaian adalah ledakan aktivisme yang tidak biasa mengingat pendekatan Afrika yang sebagian besar lepas tangan terhadap konflik yang dilihat banyak sebagai konfrontasi antara Rusia dan Barat.

“Ini juga merupakan upaya langka intervensi diplomatik di luar benua - sebuah perkembangan yang disambut baik mengingat meningkatnya permintaan Afrika untuk memiliki suara yang lebih besar di PBB dan organisasi internasional lainnya,” kata Murithi Mutiga, direktur Afrika di International Crisis Group (ICG), lembaga think tank.

3. Fokus Pertukaran Tawanan Perang

Mantan diplomat Prancis Jean-Yves mengungkapkan tujuan mediasi yang ditawarikan Afrika adalah memulai pembicaraan daripada menyelesaikan konflik, untuk memulai dialog tentang isu-isu yang tidak secara langsung mempengaruhi situasi militer dan membangun dari sana.

Salah satunya adalah potensi pertukaran tawanan perang Rusia dan Ukraina.

Yang lainnya adalah mencoba dan menemukan solusi untuk masalah yang penting bagi Afrika, seperti pasokan gandum dan pupuk.

Perang telah sangat membatasi ekspor biji-bijian dari Ukraina dan pupuk dari Rusia, meningkatkan kerawanan pangan global. Afrika, yang bergantung pada impor keduanya, paling menderita.

“Para pemimpin Afrika akan berusaha membujuk Rusia untuk memperpanjang perjanjian rapuh yang memungkinkan Ukraina untuk mengirim gandum melalui Laut Hitam,” kata Jean-Yves.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Profil Pendidikan Sudaryono,...
Profil Pendidikan Sudaryono, Anak Petani yang Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved