Sebut Tel Aviv Sebagai Palestina, Pramugari Ryanair Dapat Peringatan
Sabtu, 17 Juni 2023 - 01:42 WIB
loading...
Seorang pramugari maskapai penerbangan Ryanair mendapat peringatan setelah menyebut penerbangan ke Tel Aviv, Israel, mendarat di Palestina. Foto/Ilustrasi
A
A
A
TEL AVIV - Seorang pramugari maskapai penerbangan Ryanair mendapat peringatan setelah menyebut penerbangan ke Tel Aviv mendarat di Palestina . Insiden tersebut juga memaksa CEO maskapai penerbangan itu meminta maaf.
Insiden itu terjadi pada penerbangan 10 Juni lalu dengan rute Bologna, Italia, ke Tel Aviv, Israel.
Insiden itu membuat organisasi hak asasi manusia Yahudi, Simon Wiesenthal Center (SWC), meminta CEO maskapai penerbangan menyelidiki hal tersebut. SWC melaporkan pramugari mengumumkan dalam bahasa Italia dan Inggris bahwa pesawat akan mendarat di "Palestina"
Atas kejadian tersebut CEO Ryanair Eddie Wilson meminta maaf dalam surat yang dikirimkan ke SWC.
Baca Juga: Tak Mau Kalah dari Iran, Israel Bikin Sistem Pencegat Rudal Hipersonik
“Saya sangat akrab dengan pekerjaan Simon Wiesenthal Center. Bukan kebijakan Ryanair (atau praktik kru kami) untuk menyebut Tel Aviv berada di negara lain selain Israel,” tulis surat Wilson kepada SWC seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Sabtu (17/6/2023).
Insiden itu terjadi pada penerbangan 10 Juni lalu dengan rute Bologna, Italia, ke Tel Aviv, Israel.
Insiden itu membuat organisasi hak asasi manusia Yahudi, Simon Wiesenthal Center (SWC), meminta CEO maskapai penerbangan menyelidiki hal tersebut. SWC melaporkan pramugari mengumumkan dalam bahasa Italia dan Inggris bahwa pesawat akan mendarat di "Palestina"
Atas kejadian tersebut CEO Ryanair Eddie Wilson meminta maaf dalam surat yang dikirimkan ke SWC.
Baca Juga: Tak Mau Kalah dari Iran, Israel Bikin Sistem Pencegat Rudal Hipersonik
“Saya sangat akrab dengan pekerjaan Simon Wiesenthal Center. Bukan kebijakan Ryanair (atau praktik kru kami) untuk menyebut Tel Aviv berada di negara lain selain Israel,” tulis surat Wilson kepada SWC seperti dikutip dari The Jerusalem Post, Sabtu (17/6/2023).
Lihat Juga :