7 Inisiatif Panglima Militer Ukraina Valery Zaluzhny dalam Perang Melawan Rusia
Kamis, 15 Juni 2023 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Menurut lembaga think tank berbasis di Washington, Institute for the Study of War (ISW), sumber Rusia mengklaim bahwa pasukan Ukraina memiliki keunggulan taktis dalam melakukan serangan di malam hari karena peralatan yang disediakan Barat dengan sistem optik malam yang lebih hebat.
Pada saat ia pergi ke sekolah militer pada pertengahan 1990-an, Ukraina sudah menjadi negara merdeka.
Sementara buku teksnya di perguruan tinggi militer mungkin berasal dari era Soviet, dia belajar tentang realitas perang secara langsung. Pada tahun 2014 ia diangkat sebagai wakil komandan di wilayah timur Ukraina di mana konflik dengan separatis, yang didukung oleh tentara Rusia, sedang berlangsung.
Baca Juga: Soal Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina dari Prabowo, Jokowi: Bagus-bagus Saja
Mantan ajudan Zaluzhny yang berada di sisinya pada hari-hari pertama invasi Rusia, Lyudmyla Dolhonovska, mengatakan kepada BBC bahwa dia hampir tidak tidur dan tetap berhubungan dengan staf militer di garis depan. "Dia banyak berbicara di telepon dengan para jenderalnya, tetapi pembicaraan selalu fokus dan tenang," katanya.
Analis menyatakan fleksibilitas yang ditunjukkan oleh unit Ukraina dengan perwira junior yang mampu membuat keputusan di medan perang memberi mereka keuntungan yang cukup besar atas struktur pengambilan keputusan berat tentara Rusia.
Beberapa sumber di militer Ukraina bahkan lebih jauh mengatakan bahwa para komandan yang menentukan di lapanganlah yang secara kolektif bertanggung jawab atas keberhasilan Ukraina. Zaluzhny seharusnya hanya dipuji karena memberi mereka kebebasan untuk beroperasi.
Misalnya, Zaluzhny muncul di pesta pernikahan seorang prajurit yang terpaksa menunda upacara karena dia dikirim ke garis depan di Bakhmut. Akhirnya prajurit itu diberi cuti singkat untuk mendapatkan kesempatan menikahi tunangannya.
Panglima menjadi pahlawan nasional, meski jarang terlihat di depan umum dan bahkan lebih jarang menyetujui wawancara.
3. Mempelajari Gaya Perang Soviet
Terlahir dari keluarga tentara Soviet, Valery Zaluzhny pernah berkata bahwa dia selalu berkomitmen untuk menjauhkan diri dari hierarki Tentara Soviet yang berlebihan.Pada saat ia pergi ke sekolah militer pada pertengahan 1990-an, Ukraina sudah menjadi negara merdeka.
Sementara buku teksnya di perguruan tinggi militer mungkin berasal dari era Soviet, dia belajar tentang realitas perang secara langsung. Pada tahun 2014 ia diangkat sebagai wakil komandan di wilayah timur Ukraina di mana konflik dengan separatis, yang didukung oleh tentara Rusia, sedang berlangsung.
Baca Juga: Soal Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina dari Prabowo, Jokowi: Bagus-bagus Saja
4. Membangun Kepercayaan Prajurit
Sejak awal karier Zaluzhny memang dikenal kerap membangun hubungan kepercayaan dengan bawahannya serta mendelegasikan keputusan komando.Mantan ajudan Zaluzhny yang berada di sisinya pada hari-hari pertama invasi Rusia, Lyudmyla Dolhonovska, mengatakan kepada BBC bahwa dia hampir tidak tidur dan tetap berhubungan dengan staf militer di garis depan. "Dia banyak berbicara di telepon dengan para jenderalnya, tetapi pembicaraan selalu fokus dan tenang," katanya.
Analis menyatakan fleksibilitas yang ditunjukkan oleh unit Ukraina dengan perwira junior yang mampu membuat keputusan di medan perang memberi mereka keuntungan yang cukup besar atas struktur pengambilan keputusan berat tentara Rusia.
Beberapa sumber di militer Ukraina bahkan lebih jauh mengatakan bahwa para komandan yang menentukan di lapanganlah yang secara kolektif bertanggung jawab atas keberhasilan Ukraina. Zaluzhny seharusnya hanya dipuji karena memberi mereka kebebasan untuk beroperasi.
Misalnya, Zaluzhny muncul di pesta pernikahan seorang prajurit yang terpaksa menunda upacara karena dia dikirim ke garis depan di Bakhmut. Akhirnya prajurit itu diberi cuti singkat untuk mendapatkan kesempatan menikahi tunangannya.
5. Suka Bercanda dan Tidak Kaku
Jenderal yang menjabat panglima militer biasanya dikenal kaku dan orang yang tegah. Meskipun, Zaluzhny sudah dikenal sebagai komandan yang ambisius dan modern, tetapi juga seorang pria bersahaja yang suka bercanda dengan bawahannya dan tidak mengudara.Panglima menjadi pahlawan nasional, meski jarang terlihat di depan umum dan bahkan lebih jarang menyetujui wawancara.
Lihat Juga :