Lukashenko: Rusia Tawarkan Menyewa Crimea dari Ukraina
Kamis, 15 Juni 2023 - 03:18 WIB
loading...
A
A
A
Setelah permusuhan terbuka pecah tahun lalu, beberapa putaran negosiasi damai diadakan di Belarusia, tetapi pembicaraan kemudian dipindahkan ke Istanbul. Putaran diskusi yang berbasis di Turki menghasilkan rancangan perjanjian di mana Kiev berjanji untuk menjadi negara netral dengan imbalan jaminan keamanan.
Namun, itu berbalik arah segera setelah itu, yang digambarkan Moskow bahwa Ukraina mengikuti perintah Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan pertempuran.
Sebelum Crimea menolak kudeta bersenjata tahun 2014 di Kiev dan memilih dalam referendum untuk bergabung kembali dengan Rusia, Moskow membayar sewa tahunan kepada Kiev untuk menggunakan Sevastopol sebagai markas Armada Laut Hitamnya.
Terakhir diperbarui pada 2010, ketika Moskow menawarkan potongan harga gas alam untuk perpanjangan. Dengan perubahan status Crimea, pemerintah Rusia menyatakan perjanjian itu batal demi hukum.
Baca Juga: Jika Diserang, Belarusia Tidak Akan Ragu Gunakan Nuklir
Dalam wawancara tersebut, Lukashenko mengklaim bahwa perjanjian Minsk telah dinegosiasikan dengan itikad buruk oleh Kiev dan para pendukungnya, yang menggunakannya untuk mengulur waktu buat membangun militer di Ukraina.
Namun, itu berbalik arah segera setelah itu, yang digambarkan Moskow bahwa Ukraina mengikuti perintah Amerika Serikat (AS) untuk melanjutkan pertempuran.
Sebelum Crimea menolak kudeta bersenjata tahun 2014 di Kiev dan memilih dalam referendum untuk bergabung kembali dengan Rusia, Moskow membayar sewa tahunan kepada Kiev untuk menggunakan Sevastopol sebagai markas Armada Laut Hitamnya.
Terakhir diperbarui pada 2010, ketika Moskow menawarkan potongan harga gas alam untuk perpanjangan. Dengan perubahan status Crimea, pemerintah Rusia menyatakan perjanjian itu batal demi hukum.
Baca Juga: Jika Diserang, Belarusia Tidak Akan Ragu Gunakan Nuklir
Dalam wawancara tersebut, Lukashenko mengklaim bahwa perjanjian Minsk telah dinegosiasikan dengan itikad buruk oleh Kiev dan para pendukungnya, yang menggunakannya untuk mengulur waktu buat membangun militer di Ukraina.
Lihat Juga :