AS akan Ganti Tank Ukraina yang Hancur dalam Serangan Balasan
Selasa, 13 Juni 2023 - 20:39 WIB
loading...
Kendaraan tempur Bradley AS yang akan dikerahkan di Latvia untuk Operasi Atlantic Resolve NATO menunggu pembongkaran di Garkalne, Latvia, 8 Februari 2017. Foto/REUTERS/Ints Kalnins
A
A
A
WASHINGTON - Pentagon akan mengumumkan pada Selasa (13/6/2023) pengiriman persenjataan cadangan baru oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mendukung perjuangan Ukraina melawan Rusia.
Voice of America melaporkan rencana itu, mengutip sumber pejabat anonim.
“Peralatan senilai USD325 juta akan mencakup kendaraan lapis baja Stryker dan Bradley yang dapat menggantikan yang rusak dan hancur dalam serangan balik Ukraina yang sedang berlangsung,” ungkap sumber pertahanan kepada media yang didanai pemerintah AS pada Senin.
Paket bantuan yang akan datang akan menjadi yang ke-40 sejak konflik Rusia-Ukraina dimulai pada Februari 2022.
Washington telah mengalokasikan lebih dari USD100 miliar untuk pengeluaran terkait Ukraina, termasuk sekitar USD40 miliar untuk bantuan langsung.
“Selain kendaraan lapis baja baru, paket baru itu akan mencakup amunisi untuk Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara Tingkat Lanjut Nasional (NASAMS) dan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS),” papar sumber tersebut.
Voice of America melaporkan rencana itu, mengutip sumber pejabat anonim.
“Peralatan senilai USD325 juta akan mencakup kendaraan lapis baja Stryker dan Bradley yang dapat menggantikan yang rusak dan hancur dalam serangan balik Ukraina yang sedang berlangsung,” ungkap sumber pertahanan kepada media yang didanai pemerintah AS pada Senin.
Paket bantuan yang akan datang akan menjadi yang ke-40 sejak konflik Rusia-Ukraina dimulai pada Februari 2022.
Washington telah mengalokasikan lebih dari USD100 miliar untuk pengeluaran terkait Ukraina, termasuk sekitar USD40 miliar untuk bantuan langsung.
“Selain kendaraan lapis baja baru, paket baru itu akan mencakup amunisi untuk Sistem Rudal Permukaan-ke-Udara Tingkat Lanjut Nasional (NASAMS) dan Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS),” papar sumber tersebut.
Lihat Juga :