Unjuk Rasa Meluas, Perdana Menteri Thailand Didesak Mundur

Jum'at, 24 Juli 2020 - 21:01 WIB
loading...
Unjuk Rasa Meluas, Perdana...
Demonstran membakar gambar PM Prayuth Chan-ocha di luar gedung pemerintahan pada Jumat (24/7).
A A A
BANGKOK - Demonstran Thailand membakar gambar Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-ocha di luar gedung pemerintahan pada Jumat (24/7).

Mereka mendesak PM Prayuth mundur. Desakan juga menguat agar para jenderal yang mendalangi kudeta 2014 segera keluar dari jabatannya.

Selama pekan lalu, unjuk rasa mulai muncul di enam provinsi untuk mendesak Prayuth mundur. Konflik internal partai juga membuat enam anggota kabinet mundur.

Demonstran semakin berani dengan membakar gambar Prayuth dan wakilnya Prawit Wongsuwan yang keduanya mantan kepala angkatan darat.

“Kami ingin membakar hal-hal buruk di Thailand,” ungkap demonstran Niwiboon Chomphoo, 20, yang menambahkan, Prayuth tetap berkuasa karena konstitusi yang tidak adil bagi demokrasi.

Pengkritik menyatakan militer menyusun konstitusi yang semuanya menjamin pemimpin junta Prayuth tetap berkuasa sebagai PM sipil setelah pemilu tahun lalu. Beberapa anggota klik loyalis militernya juga memegang posisi kunci.

Prayuth juga menghadapi tantangan berat untuk memulihkan kembali ekonomi yang menurut bank sentral dapat menyusut 8,1% tahun ini dan mungkin mengakibatkan 7-8 juta orang kehilangan pekerjaan, terutama akibat dampak Covid-19.

Akhir pekan lalu, sekitar 2.500 orang berunjuk rasa menentang Prayuth dalam salah satu aksi protes terbesar sejak kudeta 2014.

Besarnya aksi unjuk rasa itu belum pernah terbayangkan sebelumnya di negara di mana kritik pada raja dianggap menentang hukum.

Kelompok yang terdiri atas 20 orang mengirim surat pada militer meminta mereka memantau pernyataan anti-kerajaan dalam unjuk rasa itu. (Lihat Infografis: Hagia Sophia, Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah)

“Dengarkan kami, kami adalah tetua kalian. Jangan ciptakan perpecahan. Kami tidak ingin menunjukkan kekuatan untuk perselisihan dan debat. Kami siap mendukung militer untuk melindungi lembaga tertinggi,” ujar Tul Sittisomwong, pemimpin kelompok itu. (Baca Juga: Kemegahan Hagia Sophia Kembali Terpancar dengan Salat Jumat Pertama)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Disambut Antusias! 86...
Disambut Antusias! 86 SD Ikuti Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved