Tentara Ke-4 China yang Dikejar FBI Lari ke Konsulat Beijing di San Francisco
Jum'at, 24 Juli 2020 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
"FBI menilai bahwa, pada titik tertentu setelah pencarian dan wawancara Tang pada 20 Juni 2020, Tang pergi ke Konsulat China di San Francisco, di mana FBI menilai dia tetap (di sana)," tulis jaksa penuntut dalam dokumennya di pengadilan 20 Juli 2020.
Dokumen itu juga mengonfirmasi bahwa FBI memburu para ilmuwan China lain yang Departemen Kehakiman Amerika sebut mereka berbohong tentang latar belakang militernya untuk memasuki AS.
Dokumen itu menuduh upaya beberapa warga negara China menyembunyikan hubungan mereka dengan militer atau pun dengan pemerintahnya. "Pemerintah China telah menginstruksikan anggota PLA di Amerika Serikat untuk menghalangi pengadilan dengan menghapus informasi dari perangkat mereka," bunyu dokumen tersebut seperti dikutip San Francisco CBS, Jumat (24/7/2020).
Tuduhan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China , khususnya terkait dengan pencurian kekayaan intelektual—termasuk oleh para peneliti China yang memiliki koneksi dengan militer dan pemerintah—untuk keuntungan Beijing.
Pekan ini, pemerintah AS memerintahkan penutupan Konsulat China di Houston, dan Departemen Kehakiman menuntut dua peretas China atas tuduhan menargetkan perusahaan yang mengerjakan vaksin untuk virus corona baru (Covid-19).
Dalam sebuah pernyataan, UC Davis mengatakan sekolah kedokterannya menyediakan informasi kepada petugas penegak hukum yang mereka minta. Universitas itu mengatakan Tang Juan telah menjadi peneliti tamu di Departemen Onkologi Radiasi yang karyanya didanai oleh program pertukaran yang berafiliasi dengan Kementerian Pendidikan China dan Xijing Hospital.
Menurut pihak kampus, Tang Juan meninggalkan universitas pada akhir Juni, dan pekerjaannya hanya berbasis di laboratorium penelitian. (Baca juga: China Balas Dendam, Tutup Paksa Konsulat AS di Chengdu )
Dokumen itu juga mengonfirmasi bahwa FBI memburu para ilmuwan China lain yang Departemen Kehakiman Amerika sebut mereka berbohong tentang latar belakang militernya untuk memasuki AS.
Dokumen itu menuduh upaya beberapa warga negara China menyembunyikan hubungan mereka dengan militer atau pun dengan pemerintahnya. "Pemerintah China telah menginstruksikan anggota PLA di Amerika Serikat untuk menghalangi pengadilan dengan menghapus informasi dari perangkat mereka," bunyu dokumen tersebut seperti dikutip San Francisco CBS, Jumat (24/7/2020).
Tuduhan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan China , khususnya terkait dengan pencurian kekayaan intelektual—termasuk oleh para peneliti China yang memiliki koneksi dengan militer dan pemerintah—untuk keuntungan Beijing.
Pekan ini, pemerintah AS memerintahkan penutupan Konsulat China di Houston, dan Departemen Kehakiman menuntut dua peretas China atas tuduhan menargetkan perusahaan yang mengerjakan vaksin untuk virus corona baru (Covid-19).
Dalam sebuah pernyataan, UC Davis mengatakan sekolah kedokterannya menyediakan informasi kepada petugas penegak hukum yang mereka minta. Universitas itu mengatakan Tang Juan telah menjadi peneliti tamu di Departemen Onkologi Radiasi yang karyanya didanai oleh program pertukaran yang berafiliasi dengan Kementerian Pendidikan China dan Xijing Hospital.
Menurut pihak kampus, Tang Juan meninggalkan universitas pada akhir Juni, dan pekerjaannya hanya berbasis di laboratorium penelitian. (Baca juga: China Balas Dendam, Tutup Paksa Konsulat AS di Chengdu )
Lihat Juga :