Dianggap Bikin Pernyataan Provokatif, Korsel Panggil Dubes China

Sabtu, 10 Juni 2023 - 12:20 WIB
loading...
Dianggap Bikin Pernyataan...
Ilustrasi
A A A
SEOUL - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) memanggil Duta Besar China , Xing Haiming untuk memprotes komentar yang dia buat. Haiming menuduh Seoul condong ke Amerika Serikat (AS) dan menjauh dari China, karena persaingan antara Washington dan Beijing untuk mendapatkan pengaruh global semakin meningkat.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korsel, Chang Ho-jin pada Jumat (9/6/2023) memperingatkan Haiming atas pernyataannya yang "tidak masuk akal dan provokatif". Pernyatan itu ia buat selama pertemuan dengan pemimpin oposisi Korsel sehari sebelumnya.

Baca juga: Dilaporkan Bangun Pangkalan Mata-mata Rahasia di Kuba, China Semprot AS

Kementerian Luar Negeri Korsel menuduh Haiming melanggar protokol diplomatik dan mengganggu politik dalam negeri Korsel, tetapi tidak merinci bagian dari komentar Haiming yang dianggap tidak pantas. Kementerian juga tidak membagikan apa yang dikatakan Haiming sebagai balasan kepada Chang.

Ketika ditanya tentang kritik tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan, tantangan saat ini dalam hubungan China-Korea Selatan “bukan disebabkan oleh China”.

“Merupakan bagian dari tugas Duta Besar Xing untuk terlibat secara luas dengan pemerintah ROK [Korea Selatan], partai politik, dan orang-orang dari semua lapisan masyarakat, bertukar pandangan tentang hubungan bilateral dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, serta berbagi posisi dan perhatian China,” dia katanya pada jumpa pers reguler di Beijing.

Dalam pertemuan Kamis dengan pemimpin Partai Demokrat Korsel, Lee Jae-myung, saingan utama Presiden konservatif Yoon Suk Yeol, Xing menuduh pemerintah Yoon terlalu condong ke sekutu perjanjian Seoul, Amerika Serikat, dan merusak hubungannya dengan China, mitra dagang yang terbesar.

Baca juga: Bersitegang dengan China, ASEAN Sepakat Gelar Latihan Gabungan di LCS

Haiming mengatakan, Korsel sepenuhnya harus disalahkan atas "banyak kesulitan" dalam hubungan bilateral, mengutip defisit perdagangan yang meningkat dengan China yang dia kaitkan dengan upaya "de-Chinaisasi".

Dia menuntut agar Seoul menghormati kepentingan inti Beijing termasuk Taiwan – yang diklaim China sebagai wilayahnya sendiri – dan masalah regional utama lainnya.

“Dengan Amerika Serikat menekan China dengan sekuat tenaga, beberapa bertaruh bahwa Amerika Serikat akan menang dan China akan kalah. Tapi ini jelas penilaian yang salah,” kata Haiming, menggambarkan masa depan cerah bagi negaranya di bawah pemimpin Xi Jinping.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Berita Terkini
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved