Iran Luncurkan Rudal Hipersonik Fattah, Bisa Gempur Israel dalam 400 Detik?
Rabu, 07 Juni 2023 - 01:42 WIB
loading...
A
A
A
“Sistem ini memiliki kecepatan yang sangat tinggi dan memiliki kemampuan untuk bermanuver keluar masuk atmosfer,” ujarnya saat itu.
“Baik sistem pertahanan yang bertahan di dalam atmosfer maupun sistem yang sangat mahal yang berurusan dengan rudal di luar atmosfer—rudal baru Republik Islam Iran ini akan melewati semuanya, dan saya tidak berpikir bahwa teknologi akan ditemukan yang dapat menangani dengannya selama beberapa dekade mendatang," paparnya.
Kendati demikian, belum ada konfirmasi apakah rudal Fattah yang diluncurkan hari ini adalah rudal hipersonik yang dimaksud oleh Jenderal Hajizadeh pada November lalu—yang dia sebut mampu menjangkau Israel dalam waktu 400 detik.
Rudal hipersonik bergerak dengan kecepatan Mach 5 atau lebih. Sementara rudal balistik antarbenua (ICBM) juga dapat mencapai kecepatan itu, mereka bergerak dalam busur yang dapat diprediksi, membuatnya lebih mudah untuk dihadapi.
Sebaliknya, rudal hipersonik dapat bermanuver, memberi mereka kemampuan untuk menghindari sistem pertahanan dan menghindari radar.
AS, Rusia, China, dan Korea Utara telah berhasil menguji rudal hipersonik, meskipun rincian pasti tentang senjata semacam itu masih sedikit.
“Baik sistem pertahanan yang bertahan di dalam atmosfer maupun sistem yang sangat mahal yang berurusan dengan rudal di luar atmosfer—rudal baru Republik Islam Iran ini akan melewati semuanya, dan saya tidak berpikir bahwa teknologi akan ditemukan yang dapat menangani dengannya selama beberapa dekade mendatang," paparnya.
Kendati demikian, belum ada konfirmasi apakah rudal Fattah yang diluncurkan hari ini adalah rudal hipersonik yang dimaksud oleh Jenderal Hajizadeh pada November lalu—yang dia sebut mampu menjangkau Israel dalam waktu 400 detik.
Apa Itu Rudal Hipersonik?
Rudal hipersonik bergerak dengan kecepatan Mach 5 atau lebih. Sementara rudal balistik antarbenua (ICBM) juga dapat mencapai kecepatan itu, mereka bergerak dalam busur yang dapat diprediksi, membuatnya lebih mudah untuk dihadapi.
Sebaliknya, rudal hipersonik dapat bermanuver, memberi mereka kemampuan untuk menghindari sistem pertahanan dan menghindari radar.
AS, Rusia, China, dan Korea Utara telah berhasil menguji rudal hipersonik, meskipun rincian pasti tentang senjata semacam itu masih sedikit.
(mas)
Lihat Juga :