Kunjungi Pangkalan Rusia di Tajikistan, Lavrov Tegaskan Rencana Barat akan Gagal

Selasa, 06 Juni 2023 - 08:01 WIB
loading...
Kunjungi Pangkalan Rusia...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov. Foto/sputnik
A A A
DUSHANBE - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov melakukan kunjungan resmi ke Tajikistan. Di sana, dia pertama kali mengunjungi pangkalan militer Rusia ke-201.

Dalam pidatonya kepada para staf di pangkalan militer Rusia, Lavrov mencatat rencana anti-Rusia di Barat tidak akan pernah menjadi kenyataan.

"Kita mengetahui rencana yang tidak hanya direncanakan oleh Barat, tetapi diumumkan secara terbuka sehubungan dengan negara kita... Tidak ada yang meragukan bahwa rencana ini tidak akan terwujud," tegas Lavrov.

Lavrov lebih lanjut mengindikasikan Barat selalu ingin membuka front kedua atau bahkan ketiga melawan Rusia, termasuk di Asia Tengah.

"Barat terus mencari arah tambahan untuk mengganggu Rusia, membuka front kedua dan ketiga," ujar Lavrov.

Baca juga: 2 Pesawat Pengangkut Rudal Rusia Tu-95MS Terbang di Laut Norwegia

Dia menambahkan Asia Tengah juga dianggap sebagai front potensial melawan Rusia selain Kaukasus Selatan.

Lavrov juga menggunakan kesempatan itu untuk menyebutkan bahwa AS tidak tertarik melihat perdamaian dan ketenangan di Afghanistan.

Dia menyebut Washington mendukung kelompok teroris. "AS secara aktif mendukung Daesh (ISIS) yang tetap berada di Afghanistan, dan Al-Qaeda serta struktur teroris lainnya yang berafiliasi dengan mereka. Tujuannya sederhana, tidak membiarkan Afghanistan menjadi tenang," papar Menlu Rusia.

Lavrov juga menyoroti fakta Eropa telah memutuskan berperang melawan Rusia, dan Moskow perlu mencapai tujuannya dalam perang ini.

“Konsep kebijakan luar negeri kita mengatakan Eropa telah memilih jalan perang dengan kita. ...Oleh karena itu, tentu saja, kita masih harus hidup berdampingan dengan mereka, tetapi jika ini adalah perang, maka kita harus mencapai tujuan kita," ungkap Lavrov.

Dia juga mengatakan Eropa berusaha mendapatkan sesuatu yang bukan milik mereka, sedangkan Rusia menginginkan "apa yang menjadi milik kita".

Diplomat top Rusia juga menyatakan pengiriman jet F-16 ke Ukraina merupakan eskalasi lain karena pesawat tempur tersebut memiliki satu modifikasi yang berkemampuan nuklir.

Menurut Lavrov, tidak ada yang dikesampingkan terkait bantuan militer Barat ke Ukraina.

“Mereka telah membuktikan ini ketika, setelah senjata jarak jauh modern, setelah tank, mereka sekarang dengan serius mempersiapkan F-16… mereka bersiap melanjutkan eskalasi perang. Ada banyak pembicaraan tentang di mana ini pesawat akan lepas landas dari ... Kita harus ingat bahwa salah satu modifikasi F-16 benar-benar dapat membawa senjata nuklir," ungkap dia.

Sebagai kesimpulan, Lavrov menunjukkan, "tekad telah terakumulasi (di Rusia) untuk tidak pernah dipimpin oleh aturan yang diberlakukan Washington. Untuk waktu yang lama, jika tidak dengan cepat, tapi pasti, (AS) kehilangan perannya, lebih dan lebih banyak negara kecewa pada mereka."

Lavrov juga dijadwalkan bertemu Presiden Tajikistan Emomali Rahmon dan mengadakan pembicaraan dengan Menlu Tajikistan Sirodjiddin Mukhriddin.

Kunjungan menteri luar negeri Rusia akan berlangsung selama dua hari, di mana dia juga akan berpidato di Universitas Rusia-Tajikistan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Nah, Israel Tangkap...
Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved