Jasad Kanibal China Dibakar setelah 60 Tahun Dipajang di Thailand

loading...
Jasad Kanibal China Dibakar setelah 60 Tahun Dipajang di Thailand
Seorang biksu Buddha Thailand melakukan ritual di dekat foto Si Quey, pria pembunuh berantai asal China yang jasadnya dipajang selama 60 tahun di Thailand. Jasad Si Quey dikremasi Kamis (23/7/2020). Foto/Twitter @CoconutsBangkok
A+ A-
BANGKOK - Jasad pria China pelaku pembunuh berantai pertama di Thailand dikremasi atau dibakar setelah 60 tahun dipajang di museum sebagai daya tarik publik. Jasad yang dibakar ini mengaku sebagai kanibal.

Jasad si kanibal yang sudah berkerut dan menghitam sudah berdiri di depan publik di Museum Forensik di Rumah Sakit Siriraj Bangkok selama sekitar 60 tahun.

Tetapi pada hari Kamis, jasad pria bernama Si Quey akhirnya dikremasi di kota Nonthaburi ketika sembilan biksu Buddha melantunkan doa dan meletakkan bunga di dekat peti matinya.

Kremasi di dekat Penjara Bang Kwang diawasi oleh Departemen Pemasyarakatan Thailand, karena tidak ada kerabatnya yang datang. Ritual itu dihadiri oleh kerumunan kecil penduduk setempat yang datang untuk belajar tentang tokoh terkenal dan agak mitologis tersebut. (Baca: Cerita China Kremasi Korban Meninggal akibat Virus Corona)

Si Quey dianggap sebagai pembunuh berantai pertama di Thailand. Dia datang ke Thailand sebagai seorang imigran China puluhan tahun silam.



Polisi pertama kali menangkapnya sehubungan dengan bocah lelaki berusia 8 tahun yang hilang. Dia kemudian dikaitkan dengan sekitar enam pembunuhan anak-anak yang belum terpecahkan sejak beberapa tahun sebelumnya.

Kisah itu menyebar secara grafis ke berbagai surat kabar pada waktu itu, yang merinci bagaimana Si Quey telah mengaku memiliki selera terhadap daging, hati, dan usus manusia sepanjang Perang Dunia II ketika prajurit muda China itu dipaksa untuk bertahan hidup dengan tubuh orang-orang yang membusuk.

Dia diadili dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan Thailand saat usianya 32 tahun. Dia kemudian dieksekusi oleh regu tembak pada 16 September 1959.

Nama Si Quey kemudian dicatat dalam kamus budaya dan digunakan sebagai peringatan oleh orang tua kepada anak-anak yang berbunyi; "Jika kamu bertingkah, Si Quey akan datang dan menjemputmu."

Tapi kisahnya menjadi komoditas para penggemar fiksi dan film-film horor, yang akhirnya mendorong mayatnya untuk dimumikan. (Baca juga: Hidup Enak Raja Thailand: Nikah 4 Kali, 20 Selir, Harta Rp490 Triliun)



Namun, dalam beberapa tahun terakhir keadaan di sekitar keyakinannya dan dugaan pengakuannya telah dipertanyakan, di mana para aktivis menyerukan pemakamannya yang bermartabat dan menunjukkan bahwa penegak hukum pada saat itu dikenal karena membuat pengakuan paksa dan menaikkan popularitas dengan cerita-cerita tabloid.

Pemerintah militer Thailand juga terkenal karena melanggengkan sikap anti-China dalam pergolakan Perang Dingin.

Mengutup laporan AP, Jumat (24/7/2020), tempat peristirahatan terakhir untuk abu Si Quey belum ditentukan.
(min)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top