8 Alasan Kosovo Akan Jadi Medan Perang Baru di Eropa
Jum'at, 02 Juni 2023 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
Perselisihan, yang telah berlangsung setidaknya dalam beberapa tahun terakhir, bermuara pada keinginan Kosovo untuk meningkatkan pengaruh terhadap mayoritas etnis Serbia yang terkonsentrasi di bagian utara negara itu. Serbia, tetangga Kosovo, tidak mengakui kemerdekaan Kosovo dan menentang langkah tersebut.
Orang Serbia Kosovo secara khusus bereaksi terhadap tindakan baru yang mengharuskan mereka menggunakan pelat nomor mobil yang dikeluarkan Kosovo. Para pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan di dekat perbatasan. Barikade didirikan. Spekulasi menyebar tentang perusuh yang menembaki polisi Kosovo - tetapi kemudian dipastikan tidak ada korban luka.
Baca Juga: 4 Fakta Negara Serbia, Pecahan Yugoslavia yang Tengah Bersitegang dengan Kosovo
“Sejak September tahun lalu, kedua belah pihak telah mencoba untuk menyelesaikan rincian perjanjian pelat nomor dalam dialog Brussels dan gagal melakukannya,” kata Emini.
![8 Alasan Kosovo Akan Jadi Medan Perang Baru di Eropa]()
Foto/Reuters
Di Kosovo, Perdana Menteri Albin Kurti mulai menjabat pada 2021, memenangkan pemilihan dengan suara mayoritas sebagai pemimpin partai Vetëvendosje, yang dikenal karena mengkritik pengaruh besar kelompok internasional terhadap urusan dalam negeri negara tersebut. Sejak mengambil alih, Kurti mengambil pendekatan yang lebih konfrontatif daripada banyak pendahulunya di Uni Eropa dan Serbia.
“Pemerintah saat ini mengkampanyekan gagasan bahwa dialog itu pada dasarnya asimetris, bahwa lebih banyak yang diharapkan dari Kosovo daripada dari Serbia,” kata Ramadan Ilazi, kepala penelitian di Pusat Kajian Keamanan Kosovo. Kurti juga lebih tegas terhadap etnis minoritas Serbia di negara itu, yang terkonsentrasi di kantong-kantong utara.
Mata uang Serbia masih banyak digunakan di daerah-daerah tersebut dan Beograd terus membiayai sistem kesehatan dan pendidikan mereka. Banyak penduduk di sana hanya memiliki kewarganegaraan Serbia, bahkan saat tinggal di wilayah Kosovo.
Orang Serbia Kosovo secara khusus bereaksi terhadap tindakan baru yang mengharuskan mereka menggunakan pelat nomor mobil yang dikeluarkan Kosovo. Para pengunjuk rasa memblokir jalan-jalan di dekat perbatasan. Barikade didirikan. Spekulasi menyebar tentang perusuh yang menembaki polisi Kosovo - tetapi kemudian dipastikan tidak ada korban luka.
3. Memperebutkan Danau
Gazivode atau Danau Ujman merupakan bagian dari perselisihan yang sedang berlangsung antara kedua negara. Danau itu pernah berganti nama menjadi Trump Lake pada 2020 ketika mantan presiden AS itu terlibat.Baca Juga: 4 Fakta Negara Serbia, Pecahan Yugoslavia yang Tengah Bersitegang dengan Kosovo
4. Eropa Tidak Serius Mendorong Negosiasi
Penyebab utama ketegangan tersebut secara luas diyakini sebagai kemunduran terus-menerus dari dialog yang difasilitasi Uni eropa antara Kosovo dan Serbia. Padahal, dialog sudah diluncurkan pada 2011 tepatnya untuk mengatasi masalah teknis yang belum terselesaikan seperti pelat nomor atau saling pengakuan ijazah universitas.“Sejak September tahun lalu, kedua belah pihak telah mencoba untuk menyelesaikan rincian perjanjian pelat nomor dalam dialog Brussels dan gagal melakukannya,” kata Emini.
5. Campur Tangan Uni Eropa

Foto/Reuters
Di Kosovo, Perdana Menteri Albin Kurti mulai menjabat pada 2021, memenangkan pemilihan dengan suara mayoritas sebagai pemimpin partai Vetëvendosje, yang dikenal karena mengkritik pengaruh besar kelompok internasional terhadap urusan dalam negeri negara tersebut. Sejak mengambil alih, Kurti mengambil pendekatan yang lebih konfrontatif daripada banyak pendahulunya di Uni Eropa dan Serbia.
“Pemerintah saat ini mengkampanyekan gagasan bahwa dialog itu pada dasarnya asimetris, bahwa lebih banyak yang diharapkan dari Kosovo daripada dari Serbia,” kata Ramadan Ilazi, kepala penelitian di Pusat Kajian Keamanan Kosovo. Kurti juga lebih tegas terhadap etnis minoritas Serbia di negara itu, yang terkonsentrasi di kantong-kantong utara.
Mata uang Serbia masih banyak digunakan di daerah-daerah tersebut dan Beograd terus membiayai sistem kesehatan dan pendidikan mereka. Banyak penduduk di sana hanya memiliki kewarganegaraan Serbia, bahkan saat tinggal di wilayah Kosovo.
Lihat Juga :