Tentara Sudan Tangguhkan Negosiasi Gencatan Senjata
Kamis, 01 Juni 2023 - 01:28 WIB
loading...
A
A
A
“Tetapi jika musuh tidak patuh dan tidak merespon, kami terpaksa menggunakan kekuatan terkuat yang kami miliki,” katanya seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (1/6/2023).
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam, RSF mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen pada gencatan senjata meskipun pelanggaran berulang oleh tentara.
Sudan memiliki sejarah pergolakan politik, kudeta, dan konflik, tetapi kekerasan biasanya melanda wilayah yang jauh dari Khartoum. Kali ini, pertempuran berpusat di ibu kota, sebuah wilayah perkotaan di pertemuan sungai Nil Biru dan Putih dan rumah bagi jutaan orang.
Khartoum telah mengalami penjarahan yang meluas dan pemadaman listrik serta pasokan air yang sering terjadi. Sebagian besar rumah sakit telah berhenti berfungsi.
Sebelum kesepakatan gencatan senjata diperbarui, sumber militer mengatakan tentara telah menuntut RSF mundur dari rumah dan rumah sakit sipil sebagai syarat perpanjangan. Setelah perpanjangan lima hari disepakati, pembicaraan dilanjutkan tentang persyaratan gencatan senjata.
Gencatan senjata telah ditengahi dan dipantau dari jarak jauh oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS). Mereka mengatakan kesepakatan itu telah dilanggar oleh kedua belah pihak, meskipun gencatan senjata masih memungkinkan pengiriman bantuan kepada sekitar 2 juta orang.
Baca Juga: Arab Saudi-AS Sebut Situasi di Sudan Membaik, Gencatan Senjata Mulai Dipatuhi
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa malam, RSF mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen pada gencatan senjata meskipun pelanggaran berulang oleh tentara.
Sudan memiliki sejarah pergolakan politik, kudeta, dan konflik, tetapi kekerasan biasanya melanda wilayah yang jauh dari Khartoum. Kali ini, pertempuran berpusat di ibu kota, sebuah wilayah perkotaan di pertemuan sungai Nil Biru dan Putih dan rumah bagi jutaan orang.
Khartoum telah mengalami penjarahan yang meluas dan pemadaman listrik serta pasokan air yang sering terjadi. Sebagian besar rumah sakit telah berhenti berfungsi.
Sebelum kesepakatan gencatan senjata diperbarui, sumber militer mengatakan tentara telah menuntut RSF mundur dari rumah dan rumah sakit sipil sebagai syarat perpanjangan. Setelah perpanjangan lima hari disepakati, pembicaraan dilanjutkan tentang persyaratan gencatan senjata.
Gencatan senjata telah ditengahi dan dipantau dari jarak jauh oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS). Mereka mengatakan kesepakatan itu telah dilanggar oleh kedua belah pihak, meskipun gencatan senjata masih memungkinkan pengiriman bantuan kepada sekitar 2 juta orang.
Baca Juga: Arab Saudi-AS Sebut Situasi di Sudan Membaik, Gencatan Senjata Mulai Dipatuhi
Lihat Juga :