5 Pemicu Ketegangan Serbia vs Kosovo, Nomor 3 Sejarah Jadi Penghalang

Selasa, 30 Mei 2023 - 14:01 WIB
loading...
5 Pemicu Ketegangan...
Kosovo bersitegang dengan Serbia. Foto/Reuters
A A A
BRUSSELS - Ketegangan antara Serbia dan Kosovo kembali memanas. Konflik itu menimbulkan kekhawatiran bagi negara-negara di Eropa karena mereka juga dipusingkan dengan perang Ukraina-Rusia.

Konflik terbaru dipicu ketika polisi Kosovo menggerebek daerah-daerah yang didominasi Serbia di utara kawasan itu dan menyita gedung-gedung kotamadya. Bentrokan antara polisi Kosovo dan pasukan penjaga perdamaian yang dipimpin NATO juga tak bisa dihindarkan.

Dunia sangat khawatir jika terulangnya konflik 1998-99 di Kosovo yang menewaskan lebih dari 10.000 jiwa. Konflik tersebut menyebabkan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal.

Berikut 5 pemicu ketegangan antara Serbia dan Kosovo.

Baca Juga: Bentrok dengan Demonstran di Kosovo, 25 Tentara Penjaga Perdamaian NATO Terluka

1. Serbia Tak Mengakui Status Kosovo

5 Pemicu Ketegangan Serbia vs Kosovo, Nomor 3 Sejarah Jadi Penghalang

Foto/Reuters

Kosovo adalah wilayah berpenduduk mayoritas etnis Albania yang dulunya merupakan provinsi Serbia. Wilayah tersebut mendeklarasikan kemerdekaan pada 2008.

Serbia telah menolak untuk mengakui status kenegaraan Kosovo dan masih menganggapnya sebagai bagian dari Serbia, meskipun tidak memiliki kendali resmi di sana.

Kemerdekaan Kosovo telah diakui oleh sekitar 100 negara, termasuk Amerika Serikat.

Namun, Rusia, China, dan lima negara Uni Eropa memihak Serbia. Kebuntuan telah membuat ketegangan terus membara dan mencegah stabilisasi penuh wilayah Balkan setelah perang berdarah pada 1990-an.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
David dan Victoria Beckham...
David dan Victoria Beckham Kirim Sinyal Damai untuk Brooklyn di Hari Ayah
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Terancam Mobil China,...
Terancam Mobil China, Honda Justru Buka 4 Dealer Baru di Jateng dan Bali
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved