Perjalanan Karier Erdogan, Presiden Turki yang Menjabat Selama Tiga Periode
Senin, 29 Mei 2023 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Atas prestasi pertamanya itu, Erdogan pun kemudian terpilih menjadi Wali Kota Metropolitan Istanbul pada pemilu yang dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 1994. Lebih dari periode sebelumnya, ia pun juga telah banyak mengukir prestasi ketika menjadi wali kota.
Selama masa jabatannya sebagai wali kota, ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang telah memberikan solusi yang tepat dan akurat. Berbagai masalah seperti kekeringan, kemacetan hingga kemiskinan juga diselesaikan dengan mudah.
Karier mentereng Erdogan pun sempat terhenti lantaran dirinya masuk ke dalam penjara. Pada tanggal 12 Desember 1997, ia pernah membaca puisi dari buku yang direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan diterbitkan oleh sebuah lembaga negara. Sejak saat itu, ia pun dikurung selama 4 bulan penjara.
Setelah lepas dari kurungan penjara, dia kembali ke dunia politik. Namun partainya telah dilarang karena melanggar prinsip-prinsip sekuler yang ketat dari negara Turki Modern.
Pada Agustus 2001, ia pun mendirikan partai baru bernama Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berakar pada Islam dengan sekutu Abdullah Gul.
Di tahun 2002, AKP memenangkan mayoritas dalam pemilihan parlemen dan Erdogan pun diangkat menjadi perdana menteri.
Selama tiga periode dirinya menjadi seorang perdana menteri, Erdogan dinilai sebagai pemimpin yang otoriter dan secara nyata meningkatkan kekuasaannya.
Selama masa jabatannya sebagai wali kota, ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang telah memberikan solusi yang tepat dan akurat. Berbagai masalah seperti kekeringan, kemacetan hingga kemiskinan juga diselesaikan dengan mudah.
Karier mentereng Erdogan pun sempat terhenti lantaran dirinya masuk ke dalam penjara. Pada tanggal 12 Desember 1997, ia pernah membaca puisi dari buku yang direkomendasikan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan diterbitkan oleh sebuah lembaga negara. Sejak saat itu, ia pun dikurung selama 4 bulan penjara.
Setelah lepas dari kurungan penjara, dia kembali ke dunia politik. Namun partainya telah dilarang karena melanggar prinsip-prinsip sekuler yang ketat dari negara Turki Modern.
Pada Agustus 2001, ia pun mendirikan partai baru bernama Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berakar pada Islam dengan sekutu Abdullah Gul.
Di tahun 2002, AKP memenangkan mayoritas dalam pemilihan parlemen dan Erdogan pun diangkat menjadi perdana menteri.
Selama tiga periode dirinya menjadi seorang perdana menteri, Erdogan dinilai sebagai pemimpin yang otoriter dan secara nyata meningkatkan kekuasaannya.
Lihat Juga :