3 Fasilitas Gratis Muammar Gaddafi untuk Rakyat Libya sebelum Dibunuh Pemberontak

Jum'at, 26 Mei 2023 - 14:45 WIB
loading...
A A A

1. Sekolah Gratis


Selama era pemerintahan Gaddafi, seluruh biaya pendidikan anak-anak Libya telah digratiskan. Bahkan, pemerintah siap membiayai mereka untuk sekolah di luar negeri jika program pendidikan yang dipilihnya tidak tersedia di dalam negeri.

Sebagian besar rakyat Libya pada era Gaddafi sangatlah menikmati pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan masyarakatnya dapat dilihat dari tingkat melek huruf yang semakin tinggi dimulai dari 25 persen menjadi 87 persen.

Namun setelah Gaddafi dibunuh pemberontak saat Libya diinvasi NATO, tingkat pendidikan masyarakat Libya turun secara dramatis. Pendidikan di sana pun harus dirombak karena abjad atau simbol yang mereka gunakan tidak sesuai dengan norma internasional.


2. Rumah Sakit Gratis


Meskipun terjadi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama puluhan tahun, rezim Gaddafi telah menjunjung tinggi sistem perawatan kesehatan. Didanai dari hasil ekspor minyak, pemerintahan Libya memberikan perawatan kesehatan gratis dan berkualitas.

Semua warga negara Libya dapat menikmati fasilitas penting ini. Meskipun konflik telah menghancurkan banyak infrastruktur Libya, sisa sisa sistem perawatan pemerintahan Gaddafi masih ada hingga sekarang.


3. Perumahan Gratis


Dikutip dari laman musafhanif, Jumat (26/5/2023), seperti negara sosialis pada umumnya, pemerintahan Libya juga menyediakan perumahan gratis kepada warga negaranya. Tak hanya rumah biasa, sederet perlengkapan seperti listrik juga telah disediakan.

Meski telah banyak diberikan fasilitas seperti perumahan, kesehatan, hingga pendidikan gratis, rakyat Libya tetap memiliki upah yang rendah lantaran hasil ekspor tambangnya hanya menguntungkan segelintir elite, terutama yang bekerja untuk Muammar Gaddafi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved