3 Fasilitas Gratis Muammar Gaddafi untuk Rakyat Libya sebelum Dibunuh Pemberontak

Jum'at, 26 Mei 2023 - 14:45 WIB
loading...
3 Fasilitas Gratis Muammar...
Muammar Gaddafi memberikan tiga fasilitas gratis untuk rakyat Libya sebelum dirinya dibunuh pemberontak selama invasi NATO. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Muammar Gaddafi merupakan pemimpin terlama di Libya sejak dirinya berhasil menggulingkan pemerintahan Raja Idris I dalam kudeta tak berdarah. Saat kudeta, usia Gaddafi baru 27 tahun.

Pada masa pemerintahannya, Gaddafi membuat banyak kebijakan yang kontroversial. Beberapa di antaranya membubarkan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Libya hingga mengusir orang Italia yang ada di negaranya.

Selain itu, Gaddafi juga terkenal dengan sosok pemimpin yang nepotis lantaran hanya memilih kerabat dan saudaranya saja untuk duduk di posisi penting pemerintahan.

Baca Juga: Rusia Mulai Sebar Senjata Nuklir ke Belarusia, Sebut Barat Kobarkan Perang

Korupsi dan penindasan juga menjadi praktik keseharian di setiap organisasi di Libya, sehingga membuat masyarakatnya miskin. Meski begitu, Gaddafi juga disebut sebagai pemimpin yang peduli lantaran menyediakan beberapa fasilitas gratis untuk rakyatnya.


3 Fasilitas Gratis Muammar Gaddafi untuk Rakyat Libya

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved