8 Penyebab Erdogan Diprediksi Menang pada Pemilu Presiden Putaran Kedua
Jum'at, 26 Mei 2023 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai pemimpin berpengalaman, Erdogan mampu menjadi seorang pemimpin yang telah menempatkan Turki sebagai pemain utama dalam geopolitik dunia. Turki merupakan anggota kunci NATO karena lokasinya yang strategis di persimpangan Eropa dan Asia. Ankara juga mengendalikan tentara terbesar kedua di aliansi itu.
Erdogan memveto masuknya Swedia ke NATO dan membeli sistem pertahanan rudal Rusia. Namun, bersama dengan PBB, Turki menjadi perantara kesepakatan penting yang memungkinkan Ukraina mengekspor gandum melalui Laut Hitam ke negara lain.
6. Menjanjikan Stabilitas
Popularitas Erdogan pada saat krisis ekonomi memiliki daya tahan yang tangguh. Banyak orang tampaknya menginginkan stabilitas, bukan lebih banyak perubahan.
“Selama masa krisis nasional seperti ini, orang biasanya berkumpul di sekitar pemimpin,” kata Gonul Tol. “Para pemilih tidak cukup percaya pada kemampuan oposisi untuk memperbaiki keadaan," imbuhnya.
Erdogan sukses membuat takut rakyat Turki jika memilih oposisi. Pasalnya, Kilicdarogluberjanji untuk membatalkan kebijakan ekonomi Erdogan hingga pemerintahan demokratis. Itu juga membuat destabilisasi politik Turki.
“Lihatlah panggung negara kita telah tiba dalam 20 tahun terakhir. (Oposisi) akan membawa kita kembali ke 50-60 tahun yang lalu,” kata Bekir Ozcelik, seorang penjaga keamanan di Ankara, yang memilih Erdogan. “Tidak ada pemimpin lain di dunia yang setara dengan Erdogan.”
7. Mengusung Kebijakan Populis
Kebijakan populis menjadi andalan Erdogan. Dia telah meningkatkan gaji sektor publik, mendorong pensiun dan mengizinkan jutaan orang untuk pensiun dini. Dia juga memperkenalkan subsidi listrik dan gas dan menghapus sebagian utang rumah tangga.
8. Menguasai Parlemen
Selama putaran pertama pemungutan suara pada 14 Mei, Turki juga mengadakan pemilihan legislatif. Partai yang mendukung
Erdogan yakni aliansi partai nasionalis dan Islamis memenangkan mayoritas di parlemen dengan 600 kursi.
Itu memberinya keuntungan tambahan di pemilu presiden putaran kedua karena banyak pemilih cenderung mendukungnya untuk menghindari pemerintahan yang terpecah.
Erdogan memveto masuknya Swedia ke NATO dan membeli sistem pertahanan rudal Rusia. Namun, bersama dengan PBB, Turki menjadi perantara kesepakatan penting yang memungkinkan Ukraina mengekspor gandum melalui Laut Hitam ke negara lain.
6. Menjanjikan Stabilitas
Popularitas Erdogan pada saat krisis ekonomi memiliki daya tahan yang tangguh. Banyak orang tampaknya menginginkan stabilitas, bukan lebih banyak perubahan.
“Selama masa krisis nasional seperti ini, orang biasanya berkumpul di sekitar pemimpin,” kata Gonul Tol. “Para pemilih tidak cukup percaya pada kemampuan oposisi untuk memperbaiki keadaan," imbuhnya.
Erdogan sukses membuat takut rakyat Turki jika memilih oposisi. Pasalnya, Kilicdarogluberjanji untuk membatalkan kebijakan ekonomi Erdogan hingga pemerintahan demokratis. Itu juga membuat destabilisasi politik Turki.
“Lihatlah panggung negara kita telah tiba dalam 20 tahun terakhir. (Oposisi) akan membawa kita kembali ke 50-60 tahun yang lalu,” kata Bekir Ozcelik, seorang penjaga keamanan di Ankara, yang memilih Erdogan. “Tidak ada pemimpin lain di dunia yang setara dengan Erdogan.”
7. Mengusung Kebijakan Populis
Kebijakan populis menjadi andalan Erdogan. Dia telah meningkatkan gaji sektor publik, mendorong pensiun dan mengizinkan jutaan orang untuk pensiun dini. Dia juga memperkenalkan subsidi listrik dan gas dan menghapus sebagian utang rumah tangga.
8. Menguasai Parlemen
Selama putaran pertama pemungutan suara pada 14 Mei, Turki juga mengadakan pemilihan legislatif. Partai yang mendukung
Erdogan yakni aliansi partai nasionalis dan Islamis memenangkan mayoritas di parlemen dengan 600 kursi.
Itu memberinya keuntungan tambahan di pemilu presiden putaran kedua karena banyak pemilih cenderung mendukungnya untuk menghindari pemerintahan yang terpecah.
(ahm)
Lihat Juga :