Serangan Ukraina terhadap Pembangkit Nuklir Rusia Digagalkan

Jum'at, 26 Mei 2023 - 05:01 WIB
loading...
Serangan Ukraina terhadap...
Petugas FSB menangkap tersangka penyabotase pembangkit listrik tenaga nuklir Rusia. Foto/fsb
A A A
MOSKOW - Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengatakan telah mencegat kelompok penyabot Ukraina yang merencanakan operasi teroris di dua pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu menjelang 9 Mei 2023.

Tanggal tersebut merupakan saat kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dirayakan.

“Para tersangka bertujuan menghancurkan lebih dari 30 tiang yang membawa kabel tegangan tinggi yang terhubung ke pembangkit listrik tenaga nuklir,” ungkap pernyataan FSB pada Kamis (25/5/2023).

Sebelum ditahan, para agen Ukraina berhasil meledakkan satu menara transmisi dan memasang bom pada empat menara lainnya di saluran listrik yang mengarah ke pembangkit nuklir Leningrad dekat St Petersburg, menurut pernyataan FSB.

“Mereka juga menempatkan alat peledak rakitan di tiang yang terhubung ke pembangkit listrik tenaga nuklir Kalinin di Wilayah Tver, 350 km barat laut Moskow,” ungkap FSB.

Baca juga: Kapal Perang Ivan Hurs Rusia Diserang Drone Speedboat Ukraina di Bosphorus

Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina, yang menurut FSB berada di belakang plot tersebut, tampaknya berharap sabotase tersebut akan menyebabkan penutupan reaktor nuklir, gangguan operasi rutin pembangkit listrik tenaga nuklir, dan memberikan kerusakan ekonomi dan reputasi yang serius bagi Rusia.

FSB mengatakan dua warga negara Ukraina ditangkap, sementara satu lagi, yang diyakini berada di Belgia, dimasukkan dalam daftar orang yang diburu.

Ketiga pria itu diduga direkrut oleh intelijen Ukraina pada September tahun lalu dan menjalani pelatihan di kamp-kamp di Wilayah Kiev dan Nikolaev di Ukraina.

“Mereka secara ilegal menyeberang ke Rusia di Wilayah Pskov dari Belarusia, yang mereka masuki dari Polandia,” ungkap FSB.

“Operasi Rusia menemukan tempat persembunyian yang disiapkan oleh para tersangka, berisi 36,5 kg bahan peledak plastik C-4, 61 detonator listrik buatan luar negeri, 38 pengatur waktu elektronik, dan dua pistol Makarov dengan amunisi,” papar FSB.

Dua warga Rusia juga ditahan karena dicurigai menyediakan sarana komunikasi dan kendaraan dengan pelat nomor palsu kepada penyabot Ukraina, menurut FSB.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved