Mengapa AS Hapus Foto Bom Penembus Bunker yang Dirancang untuk Gempur Nuklir Iran?
Rabu, 24 Mei 2023 - 04:56 WIB
loading...
A
A
A
Ini bukan pertama kalinya Angkatan Udara AS menerbitkan foto dan video bom yang bertepatan dengan meningkatnya perselisihan dengan Teheran atas program nuklirnya.
Pada 2019, militer AS merilis video pesawat pengebom B-2 yang menjatuhkan dua bom.
Angkatan Udara AS sejauh ini tidak menanggapi permintaan komentar tentang mengapa mereka mem-posting—dan kemudian menghapus—kumpulan foto terbaru.
Foto terbaru mengungkapkan stensil pada bom yang mencatat beratnya 12.300 kilogram. Itu juga menggambarkan bom tersebut membawa campuran AFX-757—bahan peledak standar—dan PBXN-114, bahan peledak yang relatif baru. Demikian penjelasan Rahul Udoshi, seorang analis senjata senior di Janes—sebuah perusahaan intelijen sumber terbuka.
Berat bom, dilihat dari stensilnya, menunjukkan sebagian besar berasal dari rangka bajanya yang tebal, yang memungkinkannya menembus beton dan tanah sebelum meledak. Namun, masih belum jelas seperti apa keefektifan senjata itu.
The Warzone, sebuah situs berita online, pertama kali melaporkan publikasi foto-foto tersebut. AP menghubungi Pangkalan Angkatan Udara Whiteman dan Komando Serangan Global Angkatan Udara dengan pertanyaan tentang gambar tersebut.
Dalam sehari, postingan Facebook tersebut menghilang.
Udoshi mengatakan Angkatan Udara AS kemungkinan mengapusnya karena mereka mengungkapkan terlalu banyak data tentang bom tersebut. “Penghapusan langsung dari internet tanpa komentar (atau) pembenaran berarti ada potensi penyimpangan,” kata Udoshi.
AP melaporkan pada hari Senin bahwa citra satelit dari Planet Labs PBC mengungkapkan Teheran telah menggali terowongan di gunung dekat situs nuklir Natanz di Iran tengah.
Gundukan penggalian di situs menunjukkan fasilitas itu bisa berada antara 80 meter (260 kaki) dan 100 meter (328 kaki) di bawah tanah, menurut para ahli dan analisis AP.
Pada 2019, militer AS merilis video pesawat pengebom B-2 yang menjatuhkan dua bom.
Angkatan Udara AS sejauh ini tidak menanggapi permintaan komentar tentang mengapa mereka mem-posting—dan kemudian menghapus—kumpulan foto terbaru.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Foto Bom Bunker?
Foto terbaru mengungkapkan stensil pada bom yang mencatat beratnya 12.300 kilogram. Itu juga menggambarkan bom tersebut membawa campuran AFX-757—bahan peledak standar—dan PBXN-114, bahan peledak yang relatif baru. Demikian penjelasan Rahul Udoshi, seorang analis senjata senior di Janes—sebuah perusahaan intelijen sumber terbuka.
Berat bom, dilihat dari stensilnya, menunjukkan sebagian besar berasal dari rangka bajanya yang tebal, yang memungkinkannya menembus beton dan tanah sebelum meledak. Namun, masih belum jelas seperti apa keefektifan senjata itu.
The Warzone, sebuah situs berita online, pertama kali melaporkan publikasi foto-foto tersebut. AP menghubungi Pangkalan Angkatan Udara Whiteman dan Komando Serangan Global Angkatan Udara dengan pertanyaan tentang gambar tersebut.
Dalam sehari, postingan Facebook tersebut menghilang.
Udoshi mengatakan Angkatan Udara AS kemungkinan mengapusnya karena mereka mengungkapkan terlalu banyak data tentang bom tersebut. “Penghapusan langsung dari internet tanpa komentar (atau) pembenaran berarti ada potensi penyimpangan,” kata Udoshi.
Peran Apa dari Bom Ini Jika Menargetkan Situs Nuklir Iran?
AP melaporkan pada hari Senin bahwa citra satelit dari Planet Labs PBC mengungkapkan Teheran telah menggali terowongan di gunung dekat situs nuklir Natanz di Iran tengah.
Gundukan penggalian di situs menunjukkan fasilitas itu bisa berada antara 80 meter (260 kaki) dan 100 meter (328 kaki) di bawah tanah, menurut para ahli dan analisis AP.
Lihat Juga :