Presiden Taiwan: Kami Tidak Akan Tunduk pada Tekanan China
Minggu, 21 Mei 2023 - 03:30 WIB
loading...
Presiden Taiwan: Kami Tidak Akan Tunduk pada Tekanan China. FOTO/Reuters
A
A
A
TAIPEI - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berjanji pada Sabtu (20/5/2023), untuk mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Penegasan ini disampaikannya di tengah ketegangan tinggi dengan China , yang telah meningkatkan tekanan militer.
“Taiwan tidak akan memprovokasi dan tidak akan tunduk pada tekanan China,” kata Tsai dalam pidato di kantor kepresidenan di Taipei menandai ulang tahun ketujuh pemerintahannya, seperti dikutip dari Reuters.
Baca juga: China Siap Hancurkan Kemerdekaan Taiwan
China, yang menganggap Taiwan sebagai miliknya dan mengancam akan membawa pulau itu di bawah kendalinya jika perlu, telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik untuk memaksa pulau itu menerima kedaulatan China sejak Tsai menjabat pada 2016.
Beijing telah menolak seruan untuk pembicaraan dari Tsai, menganggapnya sebagai separatis. Tsai telah berulang kali bersumpah untuk membela kebebasan dan demokrasi Taiwan.
“Perang bukanlah pilihan. Tidak ada pihak yang dapat mengubah status quo secara sepihak dengan cara yang tidak damai,” kata Tsai. “Mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas adalah kesepakatan dunia dan Taiwan,” lanjutnya.
“Meskipun Taiwan dikelilingi oleh risiko, Taiwan sama sekali bukan pembuat risiko. Kami adalah manajer risiko yang bertanggung jawab dan Taiwan akan berdiri bersama dengan negara-negara demokrasi dan komunitas di seluruh dunia untuk bersama-sama meredakan risiko,” katanya.
“Taiwan tidak akan memprovokasi dan tidak akan tunduk pada tekanan China,” kata Tsai dalam pidato di kantor kepresidenan di Taipei menandai ulang tahun ketujuh pemerintahannya, seperti dikutip dari Reuters.
Baca juga: China Siap Hancurkan Kemerdekaan Taiwan
China, yang menganggap Taiwan sebagai miliknya dan mengancam akan membawa pulau itu di bawah kendalinya jika perlu, telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik untuk memaksa pulau itu menerima kedaulatan China sejak Tsai menjabat pada 2016.
Beijing telah menolak seruan untuk pembicaraan dari Tsai, menganggapnya sebagai separatis. Tsai telah berulang kali bersumpah untuk membela kebebasan dan demokrasi Taiwan.
“Perang bukanlah pilihan. Tidak ada pihak yang dapat mengubah status quo secara sepihak dengan cara yang tidak damai,” kata Tsai. “Mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas adalah kesepakatan dunia dan Taiwan,” lanjutnya.
“Meskipun Taiwan dikelilingi oleh risiko, Taiwan sama sekali bukan pembuat risiko. Kami adalah manajer risiko yang bertanggung jawab dan Taiwan akan berdiri bersama dengan negara-negara demokrasi dan komunitas di seluruh dunia untuk bersama-sama meredakan risiko,” katanya.
Lihat Juga :