Wanita Ini Dihukum karena Tinggalkan Catatan Menghina di Kuburan Orang Tua Putin

Sabtu, 13 Mei 2023 - 14:55 WIB
loading...
Wanita Ini Dihukum karena...
Irina Tsybaneva, wanita yang meninggalkan catatan menghina di kuburan orang tua Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/East2West News
A A A
ST PETERSBURG - Seorang wanita dihukum masa percobaan dua tahun oleh pengadilan Rusia . Dia dinyatakan bersalah karena menodai makam orang tua Presiden Rusia Vladimir Putin dengan catatan yang menghina.

Irina Tsybaneva, seorang pensiunan berusia 60 tahun asal St Petersburg, telah meninggalkan catatan di makam orang tua Putin, Vladimir Spiridonovich Putin dan Maria Ivanovna Shelomova.

Catatan diletakkan Tsybaneva di kuburan yang dijaga tepat pada malam ulang tahun Putin pada bulan Oktober lalu.

"Orang tua dari seorang maniak, bawa dia ke tempatmu. Dia menyebabkan begitu banyak rasa sakit dan masalah. Seluruh dunia berdoa untuk kematiannya. Kematian untuk Putin. Anda membesarkan monster dan pembunuh," bunyi catatan tersebut.

Baca Juga: ICC Ingin Tangkap Putin, Kremlin: Mereka Tak Akan Berani pada Negara Nuklir!

Tsybaneva dalam sidang hari Kamis lalu mengaku bersalah meninggalkan catatan itu, namun mengeklaim bahwa tindakannya tidak dimotivasi oleh kebencian politik, melainkan kesedihan setelah menonton berita tentang perang Rusia dengan Ukraina.

"Setelah melihat berita itu, saya diliputi rasa takut, saya merasa sangat tidak enak badan," kata Tsybaneva di pengadilan.

"Ketakutan itu begitu kuat sehingga saya tidak bisa mengatasinya, dan ini mungkin salah saya. Saya hampir tidak ingat menulisnya [catatan], saya tidak ingat teks itu sendiri," ujarnya, seperti dikutip dari Novaya Gazeta Europe, Sabtu (13/5/2023).

"Saya menyadari bahwa saya menyerah pada emosi saya dan melakukan tindakan yang tidak rasional. Saya menyesal bahwa tindakan saya dapat menyinggung atau memengaruhi seseorang."

Tsybaneva juga mengatakan dia tidak yakin catatan itu akan terlihat atau menarik perhatian karena digulung dalam tabung kecil dan ditempatkan agak jauh dari kuburan.

Jaksa penuntut telah meminta hukuman percobaan tiga tahun untuk Tsybaneva. Namun pengacaranya mengatakan Tsybaneva tidak menodai kuburan secara fisik atau mencari publisitas atas tindakannya.

Tsybaneva, yang awalnya ditempatkan di bawah tahanan rumah dan dilarang online serta dilarang mengunjungi Pemakaman Serafimovskoe di St Petersburg, tidak berencana untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Kasus Tsybaneva adalah yang terbaru dari semakin banyak kasus di mana warga Rusia melanggar undang-undang sensor negara yang keras.

Kremlin memperkenalkan perubahan besar pada undang-undang sensor tak lama setelah memerintahkan puluhan ribu tentara menginvasi Ukraina Februari 2022.

Vyacheslav Volodin, seorang menteri senior pemerintah, mengatakan dia memperkuat undang-undang untuk menjamin keamanan negara dan warga negara.

Menurut undang-undang itu, mendiskreditkan tentara dapat dihukum hingga lima tahun penjara, sementara menyebarkan informasi palsu yang diketahui tentang hal itu dapat menarik hukuman penjara 15 tahun.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka
Rekomendasi
Bikin Omzet Naik, Sandi...
Bikin Omzet Naik, Sandi Uno Sebut Inkubasi Berhasil Naikan Kelas UMKM
Mengapa Akhlak Begitu...
Mengapa Akhlak Begitu Penting dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkap Berdasarkan Hadis
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Berita Terkini
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved