AS Dituding Ikut Campur Pemilu Turki
Jum'at, 12 Mei 2023 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
“(Itu) logika dasar. Jika kita menarik Ince, kita akan mendapatkan suara yang diberikan kepadanya,” imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (12/5/2023).
Soylu melanjutkan dengan mengklaim bahwa Ince diserang dalam pemilihan ini dari luar.
“Sudah jelas siapa yang memproduksinya. Pelakunya adalah gerakan Gulen dan AS,” cetus Soylu.
Pejabat Turki itu bersikeras bahwa upaya yang gagal untuk menggulingkan pemerintahan Erdogan dari jabatannya pada Juli 2016 didalangi oleh ulama Fethullah Gulen dan para pendukungnya. Kudeta yang gagal, yang berujung pada ribuan penangkapan, juga membuat hubungan AS-Turki diliputi ketegangan secara signifikan ketika Ankara mengecam Washington karena menyembunyikan Gulen.
Baca Juga: Khawatir Muncul Kecurangan Pemilu, Oposisi Turki Bersiap Jaga Kotak Suara
Pemilihan presiden dan parlemen Turki dijadwalkan akan digelar pada 14 Mei. Perlombaan untuk kursi kepresidenan diperkirakan sebagian besar akan menjadi pertarungan antara Erdogan dan saingan utamanya Kilicdaroglu. Sementara calon petahana telah mengejar kebijakan yang lebih konservatif dan independen, menjauhkan negaranya dari integrasi dengan Uni Eropa (UE) dan membina hubungan dekat dengan Rusia, Kilicdaroglu memperjuangkan pendekatan yang lebih berpihak pada Barat.
Soylu melanjutkan dengan mengklaim bahwa Ince diserang dalam pemilihan ini dari luar.
“Sudah jelas siapa yang memproduksinya. Pelakunya adalah gerakan Gulen dan AS,” cetus Soylu.
Pejabat Turki itu bersikeras bahwa upaya yang gagal untuk menggulingkan pemerintahan Erdogan dari jabatannya pada Juli 2016 didalangi oleh ulama Fethullah Gulen dan para pendukungnya. Kudeta yang gagal, yang berujung pada ribuan penangkapan, juga membuat hubungan AS-Turki diliputi ketegangan secara signifikan ketika Ankara mengecam Washington karena menyembunyikan Gulen.
Baca Juga: Khawatir Muncul Kecurangan Pemilu, Oposisi Turki Bersiap Jaga Kotak Suara
Pemilihan presiden dan parlemen Turki dijadwalkan akan digelar pada 14 Mei. Perlombaan untuk kursi kepresidenan diperkirakan sebagian besar akan menjadi pertarungan antara Erdogan dan saingan utamanya Kilicdaroglu. Sementara calon petahana telah mengejar kebijakan yang lebih konservatif dan independen, menjauhkan negaranya dari integrasi dengan Uni Eropa (UE) dan membina hubungan dekat dengan Rusia, Kilicdaroglu memperjuangkan pendekatan yang lebih berpihak pada Barat.
Lihat Juga :