Netanyahu: Iran seperti 50 Korea Utara yang Memandang Israel sebagai Setan Kecil

Sabtu, 06 Mei 2023 - 01:08 WIB
loading...
Netanyahu: Iran seperti...
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebut Iran seperti 50 Korea Utara yang memandang Israel sebagai Setan kecil. Foto/REUTERS
A A A
YERUSALEM - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada para anggota Kongres Amerika Serikat (AS) bahwa Iran seperti "50 Korea Utara (Korut)".

Menurutnya, jika Teheran dapat mengancam setiap kota di Amerika dengan "pemerasan nuklir", itu akan mengubah sejarah.

Netanyahu bertemu dengan kelompok bipartisan anggota Kongres Amerika, yang dipimpin oleh Ketua Komite Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Michael Turner, pada hari Kamis.

Pertemuan itu diadakan di kantor Netanyahu di Yerusalem, dalam apa yang tampak seperti jenis diskusi "meja bundar", dan dia ditanyai tentang Iran.

"Iran seperti 50 Korea Utara," katanya, seperti dikutip Fox News,Jumat (5/5/2023).

Baca Juga: Menhan Israel: Iran Bisa Buat 5 Bom Nuklir

“Ini bukan hanya pengganggu lingkungan, seperti dinasti yang memerintah Korea Utara. Ini adalah kekuatan ideologis yang memandang kami, Israel, sebagai Setan kecil, dan memandang Anda sebagai Setan besar. Dan memiliki Korea Utara, atau lebih tepatnya Iran, mampu mengancam setiap kota di Amerika Serikat dengan pemerasan nuklir, adalah perubahan sejarah," paparnya.

Delegasi bipartisan anggota DPR datang pada saat kebuntuan politik yang tegang di kedua negara.

Ketua DPR Kevin McCarthy berbicara di Israel awal pekan ini dan mengkritik pemerintahan Presiden Joe Biden karena tidak mengundang Netanyahu ke Gedung Putih.

McCarthy, seperti dilaporkan sejumlah media Amerika, mengatakan selama kunjungan bahwa dia akan mengundang PM Israel ke Washington jika Biden gagal.

Sebagai tanda hubungan yang buruk antara pemerintahan Biden dan koalisi konservatif Netanyahu, juru bicara Keamanan Nasional AS John Kirby secara gadis besar tetap tidak berkomitmen untuk mengundang Netanyahu ke Gedung Putih.

"Para pemimpin Israel memiliki tradisi panjang mengunjungi Washington. Presiden Biden dan Perdana Menteri Netanyahu telah mengetahui satu sama lain untuk waktu yang lama. Saya berharap perdana menteri akan berkunjung pada suatu saat," kata Kirby.

Kirby mencatat tidak ada tanggal pasti untuk pertemuan tersebut.

Pada tahun 2015, Netanyahu menentang pemerintahan Presiden Barack Obama, yang melobi dia untuk tidak menyampaikan pidato kepada Kongres yang menentang kesepakatan nuklir Iran—yang menurut pemerintah Israel merupakan ancaman eksistensial bagi negara Yahudi.

Sementara itu, kubu komunis China baru-baru ini mengungguli AS dan membantu menormalkan hubungan diplomatik antara Iran dan Arab Saudi.

Para pakar veteran Timur Tengah melihat pemulihan hubungan antara salah satu musuh utama Amerika, Iran, dan sekutu jangka panjang AS; Arab Saudi, sebagai kemunduran yang menghancurkan kekuatan Washington di wilayah tersebut.

Amerika Serikat telah mengklasifikasikan rezim Iran sebagai negara sponsor terorisme internasional terburuk di dunia.

Kunjungan para anggota Kongres Amerika minggu ini juga terjadi ketika ketegangan di Israel meningkat.

Netanyahu sedang berusaha untuk mengalihkan kekuasaan dari peradilan ke Knesset (Parlemen) sementara penentang langkah tersebut percaya itu akan melemahkan sistem check and balances Israel.

Demonstrasi massa mingguan telah berlangsung menentang upaya reformasi peradilan sejak awal 2023. Protes saingan, yang juga memenuhi jalan-jalan dengan pengunjuk rasa, terjadi minggu lalu untuk mendukung perombakan peradilan Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved