Kata Negara NATO, Ini Masalah Utama Militer Ukraina untuk Lawan Rusia
Selasa, 02 Mei 2023 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
“Tentu saja, peralatan juga kurang, tetapi kekurangan amunisi yang kritis tidak hanya membatasi kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri secara efektif, tetapi juga sampai batas tertentu membatasi kemampuannya untuk meluncurkan serangan balasan yang sukses,” katanya kepada media Ceko, Ceske Noviny, yang dilansir Selasa (2/5/2023).
Menurut Pavel, yang memiliki latar belakang intelijen dan menjabat sebagai ketua Komite Militer NATO antara 2015 dan 2018, pasukan Rusia lebih unggul dalam kualitas dan kuantitas amunisi mereka dan dapat menembakkan peluru empat atau lima kali lebih banyak setiap hari dari pasukan Ukraina.
Negara-negara Barat pendukung Kiev telah memasok Ukraina dengan peralatan efektif, termasuk tank tempur utama seperti Leopard 2 buatan Jerman dan Challenger Inggris. "Tetapi mereka datang dengan pasokan amunisi yang terbatas," kata Pavel.
Menurutnya, Ukraina hanya dapat menyebarkan senjata tersebut di lapangan selama beberapa hari. "Dan setelah itu, tanpa amunisi, mereka pada dasarnya menjadi barang gudang,” ujarnya. "Situasinya benar-benar tidak masuk akal.”
Menurut Pavel, Praha akan terus mencari “cara kreatif” untuk meningkatkan pasokan amunisinya ke pasukan Ukraina dari sumbernya sendiri dan dengan bekerja sama dengan sekutunya.
Dalam wawancaranya dengan outlet media Nordik pada hari Jumat, Zelensky meyakinkan outlet tersebut bahwa serangan balasan akan terjadi dan menyatakan harapan bahwa itu akan berhasil.
Menurut Pavel, yang memiliki latar belakang intelijen dan menjabat sebagai ketua Komite Militer NATO antara 2015 dan 2018, pasukan Rusia lebih unggul dalam kualitas dan kuantitas amunisi mereka dan dapat menembakkan peluru empat atau lima kali lebih banyak setiap hari dari pasukan Ukraina.
Negara-negara Barat pendukung Kiev telah memasok Ukraina dengan peralatan efektif, termasuk tank tempur utama seperti Leopard 2 buatan Jerman dan Challenger Inggris. "Tetapi mereka datang dengan pasokan amunisi yang terbatas," kata Pavel.
Menurutnya, Ukraina hanya dapat menyebarkan senjata tersebut di lapangan selama beberapa hari. "Dan setelah itu, tanpa amunisi, mereka pada dasarnya menjadi barang gudang,” ujarnya. "Situasinya benar-benar tidak masuk akal.”
Menurut Pavel, Praha akan terus mencari “cara kreatif” untuk meningkatkan pasokan amunisinya ke pasukan Ukraina dari sumbernya sendiri dan dengan bekerja sama dengan sekutunya.
Dalam wawancaranya dengan outlet media Nordik pada hari Jumat, Zelensky meyakinkan outlet tersebut bahwa serangan balasan akan terjadi dan menyatakan harapan bahwa itu akan berhasil.
Lihat Juga :