Tragisnya Eks Wakil Menhan Iran Digantung karena Bocorkan Rahasia Nuklir ke Inggris
Selasa, 02 Mei 2023 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Iran telah lama membantah berambisi memiliki senjata nuklir dan mengatakan program nuklirnya untuk tujuan penelitian sipil, tetapi para pejabat Barat yakin negara itu secara aktif mengejar produksi senjata hingga setidaknya awal tahun 2000-an.
Pada 2019, laporan New York Times mengeklaim Iran dibantu oleh pejabat intelijen Rusia dalam menunjuk Akbari sebagai sumber kebocoran tentang aktivitas di Fordo. Surat kabar itu menulis bahwa tidak jelas bagaimana Rusia bisa menemukan ini.
Akbari juga dilaporkan menyerahkan nama sekitar 100 pejabat senior Iran kepada otoritas Inggris, termasuk nama ilmuwan nuklir top Iran Mohsen Fakhrizadeh, yang terbunuh pada November 2020 dalam serangan yang dituduhkan Teheran kepada Israel.
Akbari, yang menjalankan lembaga think tank swasta, tidak terlihat di depan umum sejak 2019, ketika dia ditangkap.
Dia dieksekusi pada bulan Januari setelah dijatuhi hukuman mati karena—menurut situs web peradilan Iran—: “Korupsi di Bumi dan merusak keamanan internal dan eksternal negara dengan meneruskan intelijen”.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Akbari yang berusia 61 tahun telah memegang posisi tinggi dalam pembentukan pertahanan negara. Jabatannya termasuk wakil menteri pertahanan untuk urusan luar negeri dan posisi di sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Pada 2019, laporan New York Times mengeklaim Iran dibantu oleh pejabat intelijen Rusia dalam menunjuk Akbari sebagai sumber kebocoran tentang aktivitas di Fordo. Surat kabar itu menulis bahwa tidak jelas bagaimana Rusia bisa menemukan ini.
Akbari juga dilaporkan menyerahkan nama sekitar 100 pejabat senior Iran kepada otoritas Inggris, termasuk nama ilmuwan nuklir top Iran Mohsen Fakhrizadeh, yang terbunuh pada November 2020 dalam serangan yang dituduhkan Teheran kepada Israel.
Akbari, yang menjalankan lembaga think tank swasta, tidak terlihat di depan umum sejak 2019, ketika dia ditangkap.
Dia dieksekusi pada bulan Januari setelah dijatuhi hukuman mati karena—menurut situs web peradilan Iran—: “Korupsi di Bumi dan merusak keamanan internal dan eksternal negara dengan meneruskan intelijen”.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Akbari yang berusia 61 tahun telah memegang posisi tinggi dalam pembentukan pertahanan negara. Jabatannya termasuk wakil menteri pertahanan untuk urusan luar negeri dan posisi di sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Lihat Juga :